BERITA TERKINI

Monday, September 1, 2014

LUCUNYA NEGRI INI

Indonesia memang bisa dikatakan negara aneh, seolah-olah negara ini tidak mepunyai penduduk miskin yang perlu dibantu oleh Pemerintah,sehingga Pemerintah membantu orang-orang mapan secara ekonomi..Bentuk bantuan yang paling nyata adalah subsidi premium yang dinikmati oleh orang berduit di indonesia..Parahnya lagi saat ini pemerintah bingung,APBN 2014 akan jebol karena terlalu banyak mensubsidi BBM untuk orang kaya..DPR yang merupakan perwakilan rakyat, termasuk rakyat miskin, ternyata hanya diam seribu bahasa,,Padahal janji mereka sewaktu kampanye akan memperjuangkan kaum duafa,kaum yang termarjinalkan secara ekonomi..Ada apa ya dengan negara aneh ini?
Kalau kita melihat data pusat statistik nasional ternyata masih 30% orang Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan..tapi mengapa seolah Pemerintah menutup mata akan nasib mereka,,Bukankan UUD 45 mengamanatkan agar Pemerintah menjamin hidup mereka?

Persoalan klasik selalu masalah anggaran, Pemerintah tidak punya cukup dana untuk membantu orang miskin keluar dari kemiskinannya..Tapi mengapa untuk membakar bensin orang kaya Pemerintah punya dana,bahkan sampai lima puluh triliun dialokasikan pemerintah?
Apa itu namanya enggak aneh?

Sudah saatnya Pemerintah keluar dari keanehannya untuk tidak mensubsidi orang yang mampu tapi membantu orang yang tidak mampu supaya bisa mandiri, sehingga negri ini bisa menjadi negara yang merdeka dan berdaulat secara ekonomi..Menaikan harga BBM bersubsidi bukanlah opsi yang bijak tapi seharusnya yang dilakukan oleh Pemerintah adalah memastikan subsidi BBM dinikmati oleh orang yang tepat,karena konon kabarnya 70% subsidi BBM yang bernilai 50 triliun rupiah itu salah sasaran..

Bagaimana caranya? Itulah yang harus dipikirkan oleh Pemerintah dan DPR, kalau gak bisa mikir ya gak usah jadi Pemerintah gitu aja kok repot matabelo



Link: http://adf.ly/rekCq

Lagi2, Wakil [Lakna]t Tertangkap Bawa Sabu

AL (35), anggota DPRD Sumbawa Barat ditangkap Direktorat Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) karena kedapatan membawa paket kiriman berisi narkotika jenis sabu.

"Benar dilaksanakan penangkapan atas nama AL anggota DPRD Sumbawa Barat," kata Direktorat Narkoba Polda NTB, Kombes Ricky S. Paays, Senin (1/9/2014).

Menurut Ricky, penangkapan anggota dewan fraksi Partai Keadilan Perduli Indonesia (PKPI) terjadi sekitar pukul 19.15 Wita di Jalan Pancaka, Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram. Ia ditangkap usai mengambil kiriman paket dari PO Langsung Indah, Sabtu (29/8/2014).

Kepada polisi, AL mengaku disuruh oleh AZ untuk mengambil paket di PO Langsung Indah, yang disebut berisi dokumen penting partai. Namun, setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dibungkus dengan kertas dan ditempel di antara lembaran kertas HVS kosong.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, status AL saat ini masih sebagai saksi. Selain hasil tes urine yang negatif, alamat dan nomor telepon yang tertera di paket tersebut bukan ditujukan kepada AL, tetapi kepada seseorang di Narmada yang berinisial AZ.

"Polisi tidak menemukan cukup bukti untuk menahan AL karena berdasarkan hasil tes urine di dua rumah sakit, yaitu RSJ NTB dan RS Bhayangkara hasilnya negatif," kata Ricky.

Sementara itu, saat ini proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur. Sabu seberat 0,93 gram telah diamankan di Polda NTB sebagai barang bukti. Selain itu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap kepemilik barang haram tersebut.

http://regional.kompas.com/read/2014...gkap.Bawa.Sabu

Cek partai mana tu????



Link: http://adf.ly/rebOQ

Kekurangan Anggaran, PDIP Minta Jokowi Jual Pesawat Kepresidenan

Jakarta, PADANGTODAY.com – Politikus PDIP Maruarar Sirait akan meminta presiden terpilih Joko Widodo menjual pesawat kepresidenan. Usulan ini sebagai bentuk efisiensi yang bisa dilakukan dalam kerangka penghematan anggaran. Padahal asal muasal dibelinya pesawat kepresidenan justru untuk menghemat anggaran perjalanan dinas presiden yang terlalu besar gara-gara selalu menyewa pesawat.

Maruarar mengatakan, efisiensi adalah hal pertama yang harus dilakukan pemimpin. Jika pemimpin masih berfoya-foya dengan kemewahan maka rakyat juga tidak akan mau melakukan penghematan.

"Efisiensi rakyat juga harus lihat seperti pengurangan anggaran perjalanan dinas. Ke depan saya usulkan pesawat presiden dijual saja, ini untuk efisien. Protokoler dikurangi dan ini memberi contoh. Pemimpin tidak sederhana bagaimana orang bisa sederhana," ucap Ara dalam diskusi di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (1/9).

Selain menjual pesawat presiden, Maruarar juga meminta Jokowi memangkas biaya perjalanan dinas. Termasuk perjalanan dinas ke luar negeri. Perjalanan ke luar negeri hanya dilakukan jika berkaitan dengan kedaulatan negara.

"Keluar negeri akan kita kurangi kecuali masalah ketahanan kita. Rakyat mau melihat itu," tegasnya.

Pemerintahan Jokowi berjanji menghapus dan memberantas segala macam mafia. Ini akan memberi kepastian penegakan hukum sekaligus memberi efek domino pada perekonomian Indonesia.

Pesawat ini tak murah, harganya jika dikurs mencapai Rp 840 miliar. Sempat menuai polemik sebelum akhirnya dipesan ke Pabrikan Boeing di Amerika Serikat.

Pesawat jenis BBJ khusus untuk VVIP. Faktor keamanan dan kenyamanannya pun terjamin.

Selama ini presiden SBY menggunakan pesawat carteran dari Garuda Indonesia untuk melakukan kunjungan ke dalam dan luar negeri.(mr/nol)

Ember

Jual aja pak apa yg bisa dijual



Link: http://adf.ly/rebOc

Anak Lantik Ayah di DPRD Bangkalan

Quote: Ada yang menarik dalam pelantikan 50 anggota DPRD terpilih periode 2014-2019 Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur yang berlangsung Minggu (24/8/2014).

Bupati Bangkalan Moh Makmun Ibnu Fuad menyematkan lencana kepada RKH Fuad Amin sebagai perwakilan simbolis anggota Dewan baru, yang tak lain ayahnya sendiri.

Proses pelantikan yang digelar di aula gedung pertemuan DPRD dalam sidang istimewa diawali dengan pengambilan sumpah anggota DPRD Bangkalan. Acara itu dihadiri sekitar 1.000 undangan dari berbagai kalangan.

Sang Ayah sempat meneteskan air matanya saat anaknya menyematkan lencana DPRD. Selanjutnya sidang paripurna Istimewa langsung diambil-alih oleh "Ra Fuad", sapaan karib Fuad Amin Imron, yang bertindak sebagai Ketua DRPD sementara setelah pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD.

Dalam sambutannya, Ra. Fuad menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Bangkalan, tokoh masyarakat, tokoh agama, segenap Forpimda, jajaran eksekutif serta KPU Bangkalan bersama Panwaslu dalam pelaksanaan pemilu legislatif beberapa waktu lalu, yang berlangsung aman, damai dan terkendali.

"Kami berharap suasana ini akan terus berlangsung demi terciptanya percepatan pembangunan dan kemaslahatan umat di Kabupaten Bangkalan," katanya.


KOMPAS

Kalau gak salah ini bupati cuma jadi boneka bapaknya

Dan kalau gak salah dia pernah juga habis kena bully di acara mata najwa



Link: http://adf.ly/reYdp

2 Bocah Maskot Asal Indonesia Dampingi Pemain MU

Quote: Dua anak berprestasi yang berkesempatan menjadi maskot dalam pertandingan perdana Manchester United di kompetisi Liga Inggris musim 2014-2015, Firgi Maulana dan Anisa Syifa telah kembali di Indonesia.

Dua bocah yang berasal dari kampung Bawet, Bandung ini pun membagi cerita serunya saat mereka mendampingi para pemain MU saat memasuki lapangan Old Trafford. Syifa menjadi pendamping Ander Herrera, sedangkan Firgi berdampingan dengan Juan Mata.

"Yang pasti seru banget. Aku bersama Firgi senang banget dapat diberi kesempatan seperti ini bersama kesepuluh anak lainnya," kata Syifa. "Iya, seru," kata Firgi menyetujui di Lapangan Futsal Bawet, Bandung, Jawa Barat.

Kebahagian mereka pun kian bertambah, saat mengetahui para pemain yang mereka dampingin bermain mengenakan kaos atas nama mereka. "Sumpah, itu bikin aku kaget banget. Soalnya 'kan, tidak dikasih tahu kalau bakal seperti ini," kata Syifa menambahkan.

Tidak heran bila di awal pertandingan banyak penonton yang kebingungan atas nama yang tertera di kaos para pemain.

Meski awalnya merasa sedih, karena nama yang tertera di kaos Ander Herrera tidak sesuai dengan ejaan namanya, gadis cilik berusia 12 tahun bernama lengkap Anisa Syifa tetap merasa senang.

"Saking senangnya, aku sampai mau salto. Tapi nggak jadi, karena aku malu. Makanya (di video milik Chevrolet) aku teriak," kata Syifa.

"Ah, bohong itu," kata Firgi meledek teman sepermainannya.

Ingin jadi pesepakbola

Quote: Tidak beda jauh dari Syifa, Firgi yang bermain bola karena bercita-cita menjadi pemain bola yang mendunia ini pun merasa senang dapat menjadi pendamping Juan Mata.

Padahal, aku bocah 11 tahun, dirinya bukanlah penggemar Juan Mata, melainkan Wayne Rooney. "Nggak apa-apa, Juan Mata sama Wayne Rooney sama-sama bagus mainnya," kata Firgi

Selama beberapa hari berada di Manchester, kedua bocah yang berasal dari keluarga tergolong sederhana menjalani beragam kegiatan, mulai dari melakukan kunjungan ke pusat pelatihan Manchester United, dan mendapat pelatihan dari para pelatih dari klub yang dijuluki 'Setan Merah'

"Aku dan Firgi main ke sana, dan kebetulan mereka latihan, kami dilatih juga sama pelatih cadangan yang namanya susah disebut itu, saking panjangnya," kata Syifa sembari tertawa.

"Selesai dari latihan, kami juga minta tanda tangan dari semua pemain," kata Syifa menambahkan.

Dari banyak hal yang didapat oleh kedua bocah berprestasi ini, ada satu hal yang terus diingat keduanya sampai sekarang yaitu nasihat dari pemain yang mereka dampingi.

"Kan aku tanya kenapa mereka bisa jadi pemain bola mendunia, mereka jawab karena giat berlatih. Mereka bilang, kalau aku dan Firgi mau seperti mereka, harus rajin latihan dan belajar yang benar," kata Syifa.
Sayangnya, saat itu Manchester United gagal meraih kemenangan. Tim asuhan Louis van Gaal dipecundangi tamunya, Swansea City 1-2 dalam laga perdana Liga Premier Inggris.



Sumur :

http://bola.liputan6.com/read/209925...ingi-pemain-mu




Quote: Anisa Syifa Suryana (12 Tahun) dan Firgi Maulana (11), mengharumkan nama Indonesia khususnya kota Bandung. Keduanya baru saja kembali dari Manchester, Inggris setelah terpilih menjadi mascot pada pertandingan perdana Manchester United di Liga Inggris musim 2014/2015 melawan Swansea 16 Agustus 2014 lalu. Syifa dan Firgi menjadi bagian dari sebelas anak dari 7 negara yang juga mendapatkan kesempatan menjadi maskot tim Manchester United pada pertandingan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global What Do You #PlayFor? dari Chevrolet selaku sponsor utama MU. "Kita percaya sepakbola adalah olahraga universal yang bisa diterima semua kalangan. Melalui jalur sepakbola, Chevrolet menunjukkan dukungan yang kuat untuk memberi pengalaman yang mengesankan dan dapat diceritakan kepada semua orang," kata Meilita Iskandar, Direktur Marketing GM Indonesia, di Lapangan Bawet dalam acara penyambutan Syifa dan Firgi dari Old Trafford, Sabtu (30/8/2014).

Firgi dan Syifa merupakan dua anak yang berasal dari lingkungan sederhana di kampung Bawet, Bandung. Bermain sepakbola merupakan sarana bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan diri dan meraih mimpi.

Syifa merupakan anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu yang tidak pernaj ragu untuk mengeksplor banyak hal. Ia anak yang ceria, gemar beraktivitas dan suka menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Ayahnya merupakan pengidap HIV positif dan merupakan pecandu narkoba. Ketika ayahnya dalam masa rehabilitasi, Syifa dirawat oleh ibu dan neneknya.

"Aku seneng banget bisa ke sana. Aku juga ga tau awalnya gimana soalnya ngedadak banget dibilangin sama ayah. Dari dulu sih aku ngebayanginnya ingin nonton MU aja ke Old Trafford. Ga pernah ngebayangin bisa gandeng pemain masuk lapangan," cerita Syifa kepada wartawan.

Lain halnya dengan Syifa, seorang Firgi Maulana terlihat lebih pemalu. Meskipun Ia sangat aktif, namun Firgi telah mengidap suatu penyakit yang cukup lama. Orang tuanya meninggal karena narkoba dan AIDS. Dia tinggal di lingkungan penggunaan narkoba di usia muda dan ibunya ikut membawanya ketika ia memblei narkoba.

Saat ini Firgi sedang dalam perawatan pengobatan Anti Retro Viralm sebuah obat yang harus ia pakai setiap hari seumur hidupnya.

Selain menjadi maskot pertandingan, keduanya juga mendapatkan kejutan ketika pemain idolanya memasuki lapangan dengan mengenakan nama maskot. Nama Firgi digunakan oleh gelandan United asal Spanyol, Juan Mata, sedangkan Syifa digunakan oleh Ander Herrera.

Selama berada di Manchester, 14-18 Agustus lalu, kedua anak tersebut juga menjalani beragam kegiatan seperti berkunjung ke pusat pelatihan Manchester United, dan mendapat pelatihan dari para pelatih Manchester United.

Ginan Koesmayadi, pendiri Rumah Cemara, mengaku bangga ada anak dari Bandung, khususnya Rumah Cemara, yang mewakili Indonesia menjadi maskot di sebuah pertandingan akbar Liga Inggris. Ia mengatakan bahwa sepakbola adalah sarana yang ampuh untuk memberdayakan diri, baik pribadi maupun konteks sosial.

"Suatu kebanggan bagi kami karena ini melampaui mimpi-mimpi kami di Rumah Cemara. Kami semata-mata melakukan sepakbola karena kami mencintai sepakbola. Namun semesta memberi hal lain sehingga banyak keajaiban yang terjadi dalam proses ini yang tidak kami bayangkan sebelumnya," tutur Ginan.









Link: http://adf.ly/reRH5

Dressed Laundry Memulai Invasi Kebagian Indonesia Timur

Plasafranchise.com - Setelah berhasil menginvasi pulau jawa, kini Dressed Laundry mulai membidik indonesia timur. Pertengahan bulan lalu laundry ini resmi membuka gerai yang ke 20 di wilayah Nabire, Papua. kondisi masyarakat yang belum semaju pulau jawa dan transportasi yang sulit di wilayah indonesia timur, menyebabkan banyak pembisnis ogah menanamkan investasi disana.

Namun bagi Dressed Laundry ini adalah peluang yang sangat bagus, karena belum ada saingannya. "Franchisee sangat optimis, karena belum ada usaha laundry di Nabire," ujar pemilik dressed laundry dedi setiadi.

"Hampir 95 persen penduduk di kota nabire adalah pendatang, dan memerlukan jasa laundry yang bagus untuk keperluan pesta, undangan pejabat dan acara-acara tertentu. Maka tak teran omset untuk hari pertama mencapai Rp5 juta rupiah," imbuhnya.

Terbukanya gerbang ke wilayah timur melalui nabire, membuat dedi menyiapkan konsep lebih matang lagi dalam menjaring mitra disana. Karena, bagi dia wilayah papua memiliki potensi yang sangat bagus bagi usaha laundry. rencananya dia akan membuka dressed laundry ke sorong dan jayapura.

(Hadi)


http://www.plasafranchise.com
http://www.plasafranchise.com
http://www.plasafranchise.com



Link: http://adf.ly/reRHA

UGM Minta Pelapor Florence Sihombing Cabut Laporan !!!




UGM berharap pelapor Florence Sihombing, yaitu LSM Jatisura (Jangan Khianati Suara Rakyat), untuk mencabut laporan ke Polda DIY. 

Dekan Fakultas Hukum UGM, Paripurna, mengatakan kasus yang dialami Florence memang cukup membuat UGM bekerja keras. Salah satunya menjadi jaminan Florence untuk penangguhan penahanan. Selain itu pihak UGM juga berencana menemui pelapor agar dapat mencabut laporannya. 

"Ya, kasus ini kan delik aduan. Jadi jika pihak yang melaporkan mencabut laporan, maka akan selesai. Tapi itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kita masih perlu kerja sama semua pihak. Masyarakat Yogya kan masyarakat yang berbudaya," ujar Paripurna, Senin (1/09/2014).

Sementara itu Direktur Reskrimsus Polda DIY Kokot Indarto mengatakan saat ini Florence menjadi wewenang Polda DIY. Kokot menyebut akan menganalisis kasus ini jika suatu saat pelapor mencabut laporannya.

"Kita proses dulu, kita analisa dulu. Semoga entry pointseperti itu (kasus selesai)," ujarnya.

Kokot menyebut saat ini Florence sudah mulai kooperatif dengan kepolisian. Salah satunya, mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat ini proses hukum Florence berada di pihak UGM dan tidak lagi dipegang Wibowo Malik.  "Hari ini sudah mau. Sudah tanda tangan. Setelah pihak rektor ambil alih. Tidak lagi dia (Wibowo)," ujarnya. 

Florence ditahan Polda DI Yogyakarta sejak Minggu 30 Agustus 2014 siang. Saat itu, Kokot menjelaskan, penahanan dilakukan karena tersangka dinilai tidak kooperatif, punya kecenderungan melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti. 

Perempuan 26 tahun ini membuat heboh SPBU di wilayah Lempuyangan Yogyakarta pada Rabu 27 Agustus 2014. Ia marah-marah karena dianggap tak mau antre saat mengisi bahan bakar. Saat itu, ia masuk ke jalur mobil untuk mengisi dengan Pertamax 95. 

Kekesalan Florence Sihombing pun diungkapkan melalui akun Path miliknya dengan kalimat memaki-maki kota pelajar tersebut.


http://m.liputan6.com/news/read/2099...-cabut-laporan



Link: http://adf.ly/reRGo