BERITA TERKINI

Friday, April 25, 2014

SBY Bentuk Poros Baru: Gagalkan Jokowi atau Prabowo?


SBY itu dekat dgn AS. Mungkin misi SBY membentuk poros baru dgn Capres baru bukan menjegal Jokowi yg sudah ketemu Dubes AS. Tapi untuk menggagalkan Tiket Capres sebesar 25% yg harus didapatkan Capres yg tidak disukai AS: Prabowo....

Boleh dikata elektabilitas Capres sekarang: Jokoi 41%, Prabowo 30%, dan Mahfud MD 10%. Prabowo yg 30% melawan Jokowi yg 41% masih ada kemungkinan menang meski sedikit. Ibarat bola, Liverpool lawan MU masih mungkin menang.

Tapi Mahfud MD yg 10% atau Capres lain yg lebih kecil jika diadu lawan Jokowi yg 41% itu amat amat sulit untuk menang. Ibaratnya kita berharap Persikabo menang melawan MU. Hampir bisa dibilang tidak mungkin....

Kemungkinan besar, Capres selain Prabowo akan kalah jika diadu lawan Jokowi sebab Jokowi itu dipasangkan dgn sendal jepit pun pasti menang, kata sebagian orang. Dan ini ada benarnya.

Sebaliknya Prabowo sulit maju sebagai Capres karena perolehan Gerindra hanya 11,8%. Padahal Prabowo harus dapat 25% suara. Saat ini belum ada parpol yg mau berkoalisi dgn Gerindra. Jadi kemungkinan besar Prabowo gagal nyapres karena tidak dapat "Boarding Pass".

SBY: Saya cinta AS dgn segala kesalahannya. Saya menganggap AS sbg negaraku yang ke2:
"I love the United States, with all its faults. I consider it my second country."
(International Herald Tribune, Aug. 8, 2003)
http://content.time.com/time/world/a...909590,00.html


Sebaliknya Prabowo dibenci oleh AS dan dicekal AS. Ini karena pandangan ekonomi Prabowo yang ingin mandiri dan Nasionalis seperti Hugo Chavez. Prabowo ingin agar kekayaan Indonesia yang jumlahnya bisa mencapai Rp 5000 trilyun/tahun dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Jika itu terjadi, paling tidak setiap warga Indonesia bisa mendapat Rp 20 juta/tahun hanya dari Kekayaan Alam saja.

http://infoindonesiakita.com/2014/04...ng-disukai-as/

Kedekatan Jokowi dgn AS bisa dilihat dari James Riady, Bos Lippo Group yang mendanai presiden AS Bill Clinton yang juga dekat dengan Jokowi. Konsultan Politik Bill Clinton, Stanley Greenberg juga menjadi Konsultan Politik Jokowi sehingga Jokowi termasuk sebagai Walikota Terhebat di Dunia, 50 Negarawan Terbaik di Dunia, dsb. Tak peduli Busrail dan Mobil Esemka Mangkrak, pajak PBB di Jakarta naik hingga 13x lipat lebih, Jakarta tambah macet, dsb. Pertemuan Jokowi dgn Dubes AS, sementara Capres lain tidak merupakan 1 tanda.

Moehammed Hidayatulloh
4 hrs · Cairo, Egypt · Edited ·
Semua mata terfokus pada Jokowi dan Prabowo. Padahal, diam-diam SBY sedang membangun kekuatan. Jika SBY berhasil melobi partai-partai tengah untuk membuat poros baru, maka Prabowo dan ARB terancam tidak mendapatkan tiket pilpres dengan batas minimal suara 25%. Satu-satunya capres yang sudah hampir 'pasti' mendaftar adalah Jokowi.
Dan jangan lupa, urusan politik jangan hanya dipandang secara sempit sebagai 'gawe' lima tahunan di dalam negeri. Akan tetapi, saat ini, dunia internasional juga ikut memantau dan ikut campur dalam 'menentukan' siapa pemimpin Indonesia lima tahun ke depan, khususnya mereka yang punya aset di Indonesia. Kata teman saya yang ada di Indonesia, menjelang pilpres banyak sekali bule bertempat tinggal di daerah-daerah. Saya bilang, "Itu biasa, Amerika sedang menyebarkan agen-agennya untuk memberikan laporan sedetail-detailnya seputar kondisi terkini Indonesia. Di Mesir hal itu juga terjadi."

Daftar Caleg dari Kalangan Artis yang Diprediksi Lolos ke Senayan

Jakarta - Kehadiran para selebriti dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 dirasakan sangat berpengaruh mendongkrak suara partai.

Sebut saja Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menggunakan artis untuk meraih simpati masyarakat.

Namun apakah kehadiran para pelaku industri hiburan di Tanah Air tersebut mampu menjawab harapan masyarakat Indonesia, atau justru kehadiran selebriti hanya menjadi lipstik para politikus di DPR.

Nama-nama beken seperti komedian Eko Patrio, Rachel Maryam, dan Rieke "Oneng" Diah Pitaloka beberapa contoh betapa nama besar mereka mampu meluluhkan hati masyarakat untuk mengantarkan ke kursi DPR RI periode 2009 - 2014.

Dalam pemilu kali ini mereka kembali melenggang ke DPR bersanding dengan nama-nama selebritis baru yang ternyata meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya seperti musisi Anang Hermansyah, Dede Yusuf, Dessy Ratnasari. Bahkan mantan pembalap Moreno Soepraptopun diprediksi akan melenggang ke Senayan.

Presenter Nico Siahaan dari PDI-P yang bertempur di Dapil Jawa Barat I (meliputi Kota Bandung dan Cimahi), juga diprediksi melenggang ke Senayan karena sementara ini mendapat perolehan suara sebanyak 64.980. Menurut Nico yang juga seorang presenter itu, banyaknya kaum selebritis yang maju menjadi anggota DPR karena kemampuannya bukan hanya mengandalkan ketenaran saja.

"Artis itu juga punya hak untuk memilih dan dipilih. Kalau tahun ini banyak caleg dari kalangan artis karena mereka memiliki kemampuan yang sama dengan para politikus. Dan kini artis tak hanya mengandalkan popularitasnya saja, tapi banyak caleg artis yang juga memiliki visi dan misi yang bagus untuk perkembangan bangsa. Dan Itu harus diapresiasi," ujar Nico saat dihubungi melalui telepon.

Dari seluruh daerah pemilihan yang ada di Indonesia, Provinsi Jawa Barat diprediksi akan menyumbang jumlah artis terbanyak yang duduk di DPR RI. Sementara dari sisi partai, PAN dan PKB menjadi penyumbang terbanyak meloloskan wakilnya melanggeng di Senayan.

Berikut data sementara caleg dari kalangan artis yang diprediksi akan melenggang ke DPR RI untuk periode 2014 - 2019, antara lain:

1. Nico Siahaan - PDIP - 64.980 suara - Dapil Jabar I (Kota Bandung - Cimahi)
2. Rieke Diah Pitaloka - PDIP - 256.968 suara - Jabar VII (Kab. Bekasi, Kab. Karawang, dan Kab. Purwakarta)
3. Dede Yusuf - P. Demokrat - 142.608 suara - Jabar II (Kab. Bandung - Kab. Bandung Barat)
4. Rachel Maryam - ± 16.000 suara - P. Gerindra - Jabar II (Kab. Bandung - Kab. Bandung Barat)
5. Eko Patrio - PAN - 64.000 Suara - Jatim VIII (Kota & Kab. Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Kota Madiun)
6. Lucky Hakim - PAN - 126.457 Suara - Jabar VI (Kota Bekasi - Depok)
7. Anang Hermansyah - PAN - 37.439 Suara - Jatim III (Jember - Lumajang)
8. Desy Ratnasari - PAN - 43.378 suara - Jabar IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi)
9. Pebulutangkis Ricky Subagya - Nasdem - 36.414 Suara - Jabar I (Kota Bandung - Cimahi)
10. Primus Yustisio - PAN - 45.485 suara - Jabar V (Kota dan Kabupaten Bogor)
11. Jamal Mirdad - P. Gerindra - 95.584 Suara - Jateng I (Kab. Kendal, Kab. Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Semarang
12. Petenis Yayuk Basuki - PAN - 35.782 Suara - Jateng I (Kota & Kab. Semarang, Kendal dan Salatiga)
13. Presenter Berita Arief Suditomo - P. Hanura - 24.649 suara - Jabar I (Kota Bandung - Cimahi)
14. Pembalap Moreno Soeprapto - P. Gerindra - 51.052 Suara - Jatim V (Kota & Kab. Malang, Kota Batu).

http://m.beritasatu.com/hiburan/1800...e-senayan.html

emang hasil kinerja artis di dpr itu apa selama ini

Ahok: "Gimana" Warga DKI Tidak Susah, Wagub Saja Dikerjai !!!



Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menyesalkan mental pejabat yang gemar mempersulit. Ahok mencontohkan, pejabat itu misalnya pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Wiriyatmoko.

Hal itu dikatakannya setelah mengetahui bahwa besaran nilai pajak reklame pada badan bus ternyata jauh lebih kecil daripada yang pernah dikatakan Moko (sapaan Wiriyatmoko). "Kurang ajar banget ya. Gimana warga DKI tidak susah, Wagub saja dikerjai," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (24/4/2014). 

Menurut Basuki, beberapa waktu lalu ia sempat dicap melanggar peraturan karena berencana akan membebaskan pajak terhadap tiga perusahaan penyumbang bus. Padahal, Basuki mengaku bahwa apa yang telah dilakukannya itu sebagai apresiasi terhadap pihak yang telah bersedia menyediakan angkutan yang layak pada warga ibu kota. 

"Lagi pula besaran pajaknya tidak sebanding dengan harga bus yang disumbangkan," ujarnya. 

Basuki menegaskan bahwa ia bukan pelanggar aturan. Ia bahkan menuding Moko yang selama ini banyak melanggar peraturan, terutama dengan jabatannya sebagai Asisten Gubernur bidang Pembangunan (Asbang) yang bersentuhan langsung pada pemberian izin-izin reklame di ibu kota. 

"Justru saya mau tanya, ada berapa banyak izin reklame yang dia (Moko) keluarkan sebagai Asbang yang melanggar aturan. Itu kok tidak ribut? Giliran ada sumbangan bus dipermasalahkan. Kurang ajar banget kan?" tukas Ahok.


http://megapolitan.kompas.com/read/2...Saja.Dikerjai.


mantap hok, segera aje di ekse tuh kecoak cem itu hok !!!

Pelatihan dan Kunjungan Ekspor dan Impor

Hallo Kaskus LOvers
bagaimana ni kabar kabar nya ?,

oh iya kaskus lovers, kami dari HIMA Manajemen UNPAM ada rencana ni ingin mengadakan Pelatihan dan Kunjungan Ekspor - Impor

tau gak si, rencana ini tidak lama lagi akan terealisasi, apalagi dengan jumlah peserta yang terbatas, bocoran peserta dari kami kurang lebih 90 orang kaskuslovers, jangan sampai ketinggal kesempatan emas ini kaskuslovers.

oh iya, jagan lupa terus pantau Mading Online kami, ini dia link perunjuk mading online kami www.hmm-unpam.com, jangan sampai kehilangan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan kunjungan ekspor - impor ini,
kaskuslovers terus pantau yah mading online kami, untuk lebih mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dan kunjungan nya.


Peran Masyarakat Menjelang 09 Juli 2014

Sebentar lagi masa jabatan presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berakhir, tentunya jabatan tersebut akan menjadi rebutan para politisi demi menjadi RI satu. Sejak dari bulan April tahun lalu partai politik sudah disibukkan dengan berbagai persiapan guna menjelang pesta demokrasi di tahun kuda kayu ini, mereka beramai-ramai melakukan seleksi untuk mencari calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang akan maju mewakili partainya dalam pilpres yang diselengarakan pada bulan Juli mendatang.
Jika kita berkaca pada pemilihan presiden 5 tahun silam, bursa pilpres 2009 hanya menjaring 3 pasangan capres-cawapres, melihat hal tersebut pastinya persaingan di kanca elite politik akan semakin ketat, mereka berebut untuk menjadi yang terbaik agar dapat lolos verifikasi dan menjadi kandidat di pilpres 2014. Berbagai strategi dan cara digelar untuk meraih kemenangan. Jadwal kampanye pun disusun untuk meyakinkan rakyat atas dirinya masing-masing.
Sebagai masyarakat awam tidak banyak hal yang bisa dilakukan dalam pemilihan nanti, mereka hanya dapat berdoa dan berharap agar pemimpin mendatang lebih baik dari yang sebelumnya. Manusia memang tidak ada yang sempurna. Namun, apa salahnya jika kita sebagai pemegang demokrasi tertinggi mendambakan seorang pimpinan yang mampu membawa perubahan. Seakan masyarakat sudah kenyang dengan janji-janji palsu yang tak kunjung di tepati kini mereka hanya menunggu bukti nyata dari para calon.
Kebutuhan riil itu tidak lain dari bagaimana upaya seorang pemimpin dan seluruh lapisan masyarakat dapat mengatasi persoalan-persoalan sosial yang nantinya akan dihadapi. Kalau para politisi berani membuat kontrak sosial dengan para konstituennya dan punya komitmen kuat untuk merealisasikan apa yang telah menjadi janjinya, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa tergiur dan mendukungnya.
Seorang presiden harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi baik terhadap negara maupun terhadap masyarakatnya. Jiwa leadership(kepemimpinan red) harus tertanam pada jiwa mereka para calon petinggi negara. Bukan hanya itu, profesionalisme kerja juga wajib mereka miliki dimana kepentingan rakyat diatas segala-galanya, artinya seorang presiden harus rela mengorbankan waktu dan pikiranya untuk memikirkan kesejahteraan rakyat. Namun, semua itu akan kembali pada diri masing-masing karena tidak semua orang memiliki pola pikir yang sama, biarlah mereka yang menentukan sesuai pendapat dan hati nuraninya.
Selain bertanggung jawab dan profesional, kesiapan mental juga menjadi faktor utama seorang kandidat untuk menjadi presiden di negara besar seperti Indonesia dengan penduduk yang mencapai kurang lebih 200 juta jiwa ini. Segudang tantangan di bidang ekonomi, politik, pendidikan dan sosial kemasyarakatan seakan menanti mereka guna menemukan solusi yang terbaik. Masalah yang menyangkut kerugian negara juga tak ketinggalan menunggu keseriusan para capres mendatang dalam menangani pemberantasan korupsi. Kita membutuhkan pemimpin yang efektif yang dapat menggunakan dan menggabungkan berbagai gayaleadership yang berbeda.
Yang terpenting sebagai pertimbangan bagi masyarakat sebelum menuju puncak pesta demokrasi nanti, Kenali dan fahami betul-betul siapa yang akan dipilih, jangan ikut-ikutan, jangan melihat dari partai mana ia diusung, kuatnya mesin politik, dan berapa besar uang yang di bagikan oleh oknum-oknum simpatisannya, dan yang paling penting adalah jangan menjadi golongan putih (golput), karena dengan semakin banyaknya orang golput pemimpin mendatang justru bukan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat akan tetapi pemimpin yang dihasilkan nanti akhirnya tidak berkualitas, partisipasi masyarakat sangat menentukan nasib Indonesia mendatang maka jadilah pemilih yang cerdas. Utamakan sikap dan kepribadiannya, jika berkesempatan untuk bertemu secara langsung dengan sang calon presiden ajukan pertanyaan yang menjadi keluhan di lingkungan masyarakat sekitar anda, atau paling tidak ikuti perkembangan mereka lewat media elektronik maupun media cetak, sehingga kita dapat menimbang-nimbang mana kandidat yang sesuai dengan kriteria. Di era modern seperti ini pemimpin yang memiliki sikap jujur, serius, dan peduli terhadap rakyat khususnya kalangan bawah sangat di butuhkan demi kemajuan bangsa, dan bukan pemimpin yang hanya mementingkan kekuasaan atau lebih mengutamakan kesejahteraan partainya.
Itulah sedikit gambaran sebelum menentukan siapa pemimpin yang akan dipilih, tentunya ulasan tersebut bukan patokan utama semua kembali pada individu masing-masing, setiap orang pasti memiliki harapan yang berbeda-beda. Sebagai rakyat pemegang hak tertinggi dalam dunia demokrasi kita harus pandai menentukan pemimpin di negara sendiri. Apakah Indonesia akan lebih baik dalam 5 tahun mendatang ataukah semakin terpuruk dengan sederet permasalahannya, kita tunggu saja pada 9 Juli 2014. Siapakah presiden yang sesuai dengan harapan rakyat?

Berharap Mayday Nantinya Tak Ada Hal Anarkis

Peringatan Mayday tahun ini tergolong istimewa bagi buruh seluruh Indonesia. Sebab, untuk pertama kali ditetapkan hari libur nasional.Selain itu, tahun ini merupa­kan tahun politik, sehingga dalam peringatan hari buruh internasio­nal, 1 Mei mendatang, buruh ber­ha­rap presiden hasil Pilpres 2014 berpihak kepada buruh.Meski istimewa, buruh tetap saja akan turun aksi ke lapangan untuk menyuarakan aspirasi bu­ruh yang belum direalisasikan.Berbagai bentuk aksi buruh pada prinsipnya akan terjadi dengan tuntutan bervariasi antara kenaikan UMK dan menolak sistem outsourcing. Namun, unjuk rasa itu diharapkan jangan sampai berujung anarkis.
Pengamat sosial politik Datuak Alat Tjumano dalam pernyataannya, Sabtu (19/04), mengakui, meskipun rencana aksi massa di Jakarta tidak nampak spektakuler, namun dampaknya terhadap lalu lintas perlu diwaspadai.
"Khusus rencana aksi massa yang ditujukan ke Istana, dengan jumlah massa sekitar 1.000 orang diperkirakan masih akan dapat dikendalikan untuk tidak bersifat anarkis,� jelasnya.
Jika para buruh ingin,berunjuk rasa. buruh itu harus tertib, tidak merusak. Itu baru namanya demokrasi yang baik. setiap orang boleh mengkritik pemerintah dan mengekpresikan aspirasinya. Tetapi, jika tidak dilakukan secara tertib, akan membawa masalah pada sector lain sebut saja perekonomian, industry, dan para pekerja itu sendiri.
Jika memang ingin melakukan aksi demontrasi, buruh diharapkan untuk tidak sampai memengaruhi apalagi menganggu kestabilan negara menjelang pilpres. Harusnya kaum buruh turut ikut serta dalam mengsukseskan pilpres nanti, berunjuk dan mengapresiasikan rasa boleh boleh saja, tapi lebih baik tidak anarkis dan membuat kegaduhanapalagi untuk ajang adu domba. Diarahkan juga untuk tidak membawa nama partai, apalagi capres, atau siapa saja agar kecemburuan dan koflik sosial tidak terjadi. Patutnya para serikat buruh bersepakat untuk ikut mengsukseskan anti golput.Dengan menciptakan situasi yang kondusif, secara tidak langsung buruh telah membantu pihak keamanan dan penyelenggara dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2014

Thursday, April 24, 2014

Roy Suryo Klaim Gagal ke Senayan - Aceng Fikri ?

Quote:
Roy Suryo Klaim Gagal ke Senayan karena 48.000 Suara Hilang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga RI sekaligus calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Roy Suryo mengklaim dirinya gagal ke Senayan karena 48.000 suaranya hilang.

Dalam hasil rekapitulasi suara di KPU DIY, Roy Suryo mendapat 28.143 suara, kalah dari perolehan suara caleg lainnya, Ambar Tjahyono yang meraih 38.166 suara.

"Suara saya banyak yang hilang. Ada 48.000 yang hilang," kata Roy Suryo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/4/2014).

Roy Suryo mengungkapkan, kalau sebagian suaranya tidak hilang, ia seharusnya bisa meraih suara 70.000 di DIY.

Terkait hilangnya suara, Roy mengaku telah menyimpan bukti-bukti kecurangan dalam Pileg 2014. Kecurangan tersebut, menurutnya, banyak terjadi di 3 kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul.

Pihaknya siap membeberkan bentuk kecurangan, termasuk adanya penggelembungan suara.

"Ada bukti-buktinya saya simpan semua. Nanti jika sudah waktunya akan saya beberkan," tandasnya.


Rakyat Cerdas

Quote:
Aceng Fikri: Ini adalah Suara Rakyat

GARUT, KOMPAS.com � Mantan Bupati Garut, Aceng HM Fikri, menyatakan bahwa keberhasilannya terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) adalah bukti dirinya masih dipercaya oleh masyarakat.

Kepala daerah yang dicopot akibat pernikahan siri kilat ini mendapat peringkat ketiga raihan suara terbanyak DPD Perwakilan Jawa Barat pada Pileg 9 April lalu. Dia diperkirakan lolos menjadi anggota DPD.

"Ini (kemenangan jadi anggota DPD, red) adalah suara rakyat," kata Aceng di kediamannya, Kamis (24/4/2014).

Aceng mengaku, kasus nikah siri yang berakhir dengan pencopotan jabatannya sebagai bupati bukan sebagai penghalang bagi rakyat untuk memilih kembali dirinya.

Aceng mengklaim, masyarakat sudah dewasa dan bisa memahami permasalahan sebenarnya tentang alasan dirinya lengser dari jabatan Bupati Garut.

"Masyarakat sekarang lebih dewasa, lebih memahami dan mengerti sesungguhnya persoalan yang terjadi tahun-tahun lalu," ujar dia.

Menurutnya, keterpilihan dirinya sebagai anggota DPD perwakilan Jawa Barat merupakan realita politik yang harus diterima oleh berbagai pihak.

"Ini realitanya dan fakta politik yang wajib diterima semua kalangan," ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2014, yang berakhir pada Rabu (23/4/2014) malam.

Perolehan suara pemilihan DPD utusan Jawa Barat, Aceng HM Fikri, meraih peringkat ketiga dengan jumlah 1.139.556 suara. Peringkat pertama diraih artis komedi, Oni, yang mendapatkan 2.167.485 suara, dan kedua Eni Sumarni dengan raihan 2.171.830 suara.


Rakyat mana yang milih dia ya?

Blog Archive