Monday, December 22, 2014

Pantau Banjir di Bandung, Menteri Yuddy: Saya Diutus Jokowi

Bandung - Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandy bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memantau banjir di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu sore (21/12/2014). Kepada korban banjir, Yuddy mengaku diutus Presiden Joko Widodo untuk datang.

"Dugikeun ka nu sanes nyak pak, abdi dongkap ka dieu diutus langsung presiden, pak Jokowi (sampaikan pada yang lain, saya datang ke sini diutus langsung presiden)," ujar Yuddy saat didekati salahsatu korban banjir usai memantau Kampung Cieunteung naik perahu.

Kepada wartawan, Yuddy menyatakan Presiden Jokowi menyampaikan keprihatiannyan kepada para korban banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung. "Kebetulan pak presiden sedang ke luar kota, jadi beliau mengutus saya ke sini untuk memantau langsung," ujar Yuddy.

Menurut Yuddy, hal yang menjadi perhatian Jokowi adalah tanggap darurat bagi para korban banjir. "Pastikan dulu mereka jauh dari bahaya, karena ini kan pinggir sungai, pasokan makanannya, dan juga kesehatannya," katanya.

Selanjutnya untuk jangka panjang, ia sudah berkoordinasi dengan pemprov Jabar dan Pemkab Bandung untuk mengatasi bencana banjir yang sudah menjadi langganan setiap tahun di tiga kecamatan tersebut.

"Saya tadi memantau sampai ke pemukiman yang terendam banjir paling dalam, sampai yang tidak ada penghuninya. Ini untuk menjadi pembahasan nanti bersama. Karena banjir ini kan terus menerus berulang setiap tahun sejak 1990," jelas Yuddy.

Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan roadmap untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung sudah ada. Namun dibutuhkan campur tangan pemerintah pusat karena ini menyangkut lintas sektoral.

"Tidak bisa kita hanya membereskan hilirnya, namun hulunya dibiarkan. Meski pun di sini dibenahi, kalau di hulunya tidak ya percuma. Jadi dari hulu hingga hilir harus sama-sama dibenahi," katanya.

saus

ini bener2 kabinet ngga bisa kerja, menpan galau kebanyakann makan singkong ya gini



disana kan ada kepala daerah yang lebih bertanggung jawab dibandingkan mentri urusan pegawe negeri, apa takut kalo para PNS nya tenggelem hanyut kebawa banjir ye?



Link: http://adf.ly/vRvrW
read more

[SIAPA ELO??] Selanjutnya, Jokowi Harus "Blusukan" Cek Kinerja Para Menteri

Minggu, 21 Desember 2014 | 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo diminta untuk mengecek kinerja para menterinya melalui "blusukan". Politikus Partai Golkar Misbakhun menilai, sudah saatnya Jokowi mengecek langsung ke lapangan apakah betul menteri-menterinya bekerja sesuai dengan arahan Presiden.

"Jokowi harus berhenti 'blusukan' yang pencitraan. Tahap berikutnya, 'blusukan' Presiden harus bersifat incognito, menyamar, mengecek langsung apakah betul menteri-menteri ini melakukan sesuai yang diperintahkan," kata Misbakhun di Jakarta, Minggu (21/12/2014) saat menghadiri pemaparan survei Cyrus Network mengenai penerimaan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Kalla.

Ia mencontohkan kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diperintahkan Presiden untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan. Jokowi sempat menyinggung instruksinya untuk menenggelamkan kapal-kapal ilegal yang baru dilaksanakan setelah tiga kali diingatkan.

Ia juga pernah mempertanyakan mengapa baru sedikit kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan. "Contoh Presiden katakan tenggelamkan tapi yang ditenggelamkan hanya tiga. Presiden sudah punya keluhan terhadap menterinya. Maka cara kerja Presiden ke depannya harus incognito. Beliau bisa-bisa sudah ada di Natuna, beliau bisa-bisa pergi ke Papua cek dana otsus, pembanguan reklamasi pantai atau apakah perusahaan tambang jalankan program lingkungan hidup," papar Misbakun.

Menurut dia, 'blusukan' yang sama pernah dilakukan mantan Presiden Soeharto dalam mengecek kinerja para menteri.

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan Cyrus Network menunjukkan hanya empat menteri Jokowi-Kalla yang mendapat perhatian masyarakat selama dua bulan memerintah. Keempat menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Pemberdayan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansah, serta Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan.

Survei ini dilakukan selama 1 hingga 7 November 2014 terhadap 1.220 responden yang tersebar di 33 provinsi. Responden dalam survei ini adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun dan sudah menikah.

Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan para responden. Adapun tingkat kepercaayaan dalam survei ini sebesar 95 persen dan batas kesalahan (margin of error) lebih kurang 3,1 persen.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa Susi adalah menteri yang dianggap memberikan harapan dengan presentasi lebih besar dibandingkan tiga menteri populer lainnya. Sebanyak 28,7 persen menilai Susi memberi harapan jika dilihat dari kinerjanya. Sedangkan yang meragukan Susi hanya enam persen. Sisanya, yakni 65,4 responden mengaku tidak tahu.  

Penulis: Icha Rastika
Editor: Glori K. Wadrianto

Link: http://adf.ly/vRtrX
read more

Sunday, December 21, 2014

Survei Cyrus Network : Dua Bulan Jokowi Dilantik, Panastak Kecewa Presiden Boneka

Baru dua bulan dilantik, tingkat kepercayaan masyarakat akan Pemerintahan Jokowo-JK menurun. Hal ini sangat dipengaruhi dengan langkah ekstrim yang diambil Jokowi-JK menaikkan harga BBM ditengah turunnya harga minyak dunia.

Hasil survey yang dilakukan Cyrus Network tingkat kepercayaan masyarakat menurun. Dari hasil survey yang dilakukan, tingkat kepercayaan masyarakat sudah menurun dua persen. Jika pemerintah Jokowi terus mengambil kebijakan yang tidak pro rakyat, akan semakin banyaki pemilih Jokowi yang kecewa. Ujungnya tingkat kepercayaan rakyat akan semakin melorot.

"Pemerintahan Jokowi-JK perlu bersikap hati-hati pasalnya masyarakat cenderung lebih kritis dalam mengamati setiap kebijakan pemerintah," ujar CEO Cyrus Network Hasan Nasbi

Survey lain yang dilakukan adalah pengaruh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap penyusunan kabinet dan kebijakan pemerintah. Sebanyak 83 persen menilai Megawati memiliki pengaruh yang cukup besar dalam setiap kebijakan yang dibuat pemerintah.

Walau ada "intervensi" Megawati pada pembentukan Kabinet Kerja, namun publik masih menganggap sebagai suatu yang wajar.

"Sebagian besar masyarakat masih menilai positif dan wajar adanya pengaruh para tokoh tersebut," kata CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, di The Twenty8 Bar & Bistro, Jalan Tulodong Atas, Jakarta Selatan, Ahad, 21 Desember 2014.

Hasan menambahkan, akibat intervensi Megawati tersebut, sejumlah kecil responden menyatakan Jokowi adalah Presiden Boneka.

"Yang menyetujui Jokowi presiden boneka hanya 21.8 persen, sisanya 10.2 persen menyatakan tidak tahu," ujarnya.
Presiden Boneka
Survei ini dilakukan pada 1-7 Desember 2014 dengan 1.220 orang responden di 33 provinsi. Survei dilakukan melalui cara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen, adapun margin of error dari survei tersebut kurang lebih 3.1 persen. [*]

Link: http://adf.ly/vRmUr
read more

Pasek: Ibas dan Syarief Hasan lebih layak dipecat dari Demokrat

Pasek: Ibas dan Syarief Hasan lebih layak dipecat dari Demokrat - Begitu menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mengaku melihat ada banyak karakter sengkuni. Kata Pasek, wajah-wajah 'sengkuni' mulai terlihat.

Itu setelah dirinya menyatakan maju untuk kongres yang rencananya digelar Mei 2015 mendatang. Katanya setelah dirinya maju, banyak karakter Sengkuni mulai tak nyaman.

"Di Demokrat banyak sengkuni, tahu saya maju. Mereka mulai tak nyaman. Jadi jangan sewot kalau saya kritis, hadapi juga dengan gentle," tegas Pasek di Denpasar Bali, Minggu (21/12).

Pasek mengakui saat ini ada tiga kekuatan besar di tubuh Demokrat yakni, kubu Cikeas, Kubu Duren Sawit dan Marzuki Alie. Jika situasinya seperti ini, di mana seluruh DPD dan DPC pendukungnya dipecati, Pasek mengaku peluangnya semakin tipis.

"Saya tahu peluang saya kecil. Saya tidak takut. Kalau berbasis surat bermaterai itu, selesai sudah ini kongres. Sudah ada pemenangnya sebelum bertanding," bebernya.

Dikatakan Pasek, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas berupaya membuat Kongres Partai Demokrat aklamasi.

"Ada surat pernyataan bermaterai yang sudah digalang. Mereka yang sudah menandatangani, Bali, Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan ada beberapa lagi. Mereka menyatakan dukungan ke Ibas. Artinya Ibas membuat aklamasi," kata Kandidat Ketua Umum Partai Demokrat,ini.

Katanya apa yang dilakukan Ibas tentu sudah membuat dinamika demokrasi di Kongres Partai Demokrat mati. "Saya ingin dilakukan secara fair, mereka (Ketua DPD dan PDC yang dipecat (di-PLT-kan) dikembalikan, saya yakin menang tipis. Mereka itu pendukung AU. Mari kita bertarung secara fair," papar Pasek.

Menurut Pasek, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan dan Ibas lah yang mestinya dipecat, bukan para ketua DPD dan DPC tersebut. "Ngapain mecatin orang. Mereka yang lebih layak dipecat, Syarief dan Ibas itu tidak lahir setelah KLB," papar dia.

Pun dirinya menegaskan bahwa, apa yang dilakukannya tidak dalam kerangka melawan SBY. "Ini saya lakukan bukan semata melawan SBY. Saya ingin meluruskan hal tak benar. Intinya adalah saya ingin bangun demokrasi. Partai ini perlu perubahan," tegasnya

Mungkin kah ada Demokrat tandingan kita liat j nnti kelanjutannya

Link: http://adf.ly/vRkMo
read more

[DICIHUY] Mahasiswi di Bandung Teperdaya Dukun Palsu

BANDUNG - Seorang mahasiswi di Bandung,
Jawa Barat, teperdaya dukun palsu. Berdalih
dapat mengobati penyakit, wanita itu menurut
kemauan dukun gadungan tersebut.

Inilah yang dilakukan oleh FS. Pria berprofesi
sebagai sopir travel di Kota Bandung itu
mendekati korbannya melalui telefon. Awalnya, FS memberitahukan bahwa di dalam tubuh korban terdapat jarum yang harus diobati secara gaib.

Korban percaya hingga FS membawanya ke
sebuah hotel. Di sana, korban diminta untuk
membuka baju dan melakukan ritual palsu
sembari memaksa melakukan hubungan intim.

Dihadapan penyidik, FS membantah melakukan
pemaksaan saat hubungan intim.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP
Mohammad Ngajib, menjelaskan penangkapan FS bermula atas laporan seorang mahasiswi.

Atas perbuatannya, FS akan dijerat dengan Pasal
81 Undang-Undang nomor 23/2002 tentang
perlindungan anak. FS pun harus meringkuk di
balik sel Mapolresatbes Bandung.


http://m.okezone.com/read/2014/12/21/340/1082177/mahasiswi-di-bandung-teperdaya-dukun-palsu

==========

Wuanjeng

Jadi Dukun enak bener bisa nyihuy anak sekolah maupun mahasiswi

btw berita ini membuat inspirasi fantasi liar ane dalam bercihuy

Link: http://adf.ly/vRiKm
read more

Blog Archive