BERITA TERKINI

Tuesday, July 29, 2014

[ORGIL bersabda] Tim Prabowo-Hatta: Kesalahan Ketik Bukan Masalah Substansial

http://www.tribunnews.com/pemilu-201...lah-subtansial

Quote: Tim Prabowo-Hatta: Kesalahan Ketik Bukan Masalah Substansial
Selasa, 29 Juli 2014 10:10 WIB
Warta Kota/Henry Lopulalan


Tim Advokat Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menunjukkan alat bukti saat mengajukan gugatan pemilu presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (25/7/2014). Tim Advokasi tersebut melaporkan adanya sejumlah kecurangan Pilpres 2014. (Warta Kota/Henry Lopulalan)


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Pembela Merah Putih, Didi Supriyanto menyatakan terjadinya salah ketik pada berkas gugatan bukanlah masalah yang substansial, tetapi hanya administrasi.
"Itu tidak subtansial. Masih bisa kita perbaiki," kata," Didi di Jakarta, kamarin.

Didi pun menjelaskan, kesalahn ketik yang terjadi karena waktu gugatan yang disediakan Mahkamah Konstitusi (MK) sangat singkat. "Memang pembuatan permohonan itu waktunya mepet, cuma tiga hari dan perbaikan, satu hari," ucapnya.

Lebih jauh dia mengatakan, mengenai selisih suara yang diajukan oleh tim advokasi kemungkinan akan bertambah dengan bukti terbaru. "Bukti begitu banyaknya kita baru menemukan lagi 55 ribu TPS yang diduga di situ ada penggelembungan suara 1,5 juta untuk pasangan Jokowi lalu pengurangan 1,2 juta suara itu 155 ribu TPS," ujarnya.

Didi menyebut pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi merupakan pembuktian pemilu tidak berjalan dengan baik dan berintegritas. "Sekali lagi pak Prabowo dan Hatta bukan masalah menang kalah tapi ini masalah harga diri, demokrasi yang memang harus ditegakkan disistem pemilu kita ini," kata Didi.


Ini pengacara lulusan mana sih Almamaternya pasti bangga punya lulusan kayak gini



Link: http://adf.ly/qfSSp

(virus wowo mulai menular) Ngambek, Semua Tahanan KPK Tak Mau Shalat Id

JAKARTA, KOMPAS.com - Para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1435 Hijriah karena hanya mendapatkan jatah satu hari untuk dibesuk keluarga.

"Tadi tidak ada (tahanan) yang shalat karena aduh bagaimana ya? Tidak ada yang shalat karena ngambek," kata Sefti Sanustika, istri tahanan KPK Ahmad Fathanah di gedung KPK Jakarta, Senin (28/7/2014).

Padahal menurut rencana, seharusnya para tahanan yang merayakan hari Idul Fitri menjalankan shalat Idul Fitri di LP Cipinang untuk tahanan pria, sedangkan yang wanita dibawa ke LP Pondok Bambung. Setelah itu mereka dapat menerima kunjungan keluarga dan kerabat pada pukul 10.00-12.00 WIB.

Setidaknya ada 23 orang yang menjadi tahanan KPK saat ini baik di rutan kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK maupun rutan Jakarta Timur cabang KPK di Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya, di kawasan Guntur, Jakarta Selatan.

"Tahun justru ini lebih ketat sekali aturannya, besok tidak bisa jenguk lagi padahal tahun kemarin bisa dua hari. Keluarga dikasih kesempatan kumpul-kumpul, bahkan sesuai jam besuk Kamis, tidak bisa. Jadi baru bisa minggu depan," ungkap Sefti.

Fathanah sudah divonis 14 tahun penjara pada 4 November 2012 lalu, putusan itu bahkan ditambah Pengadilan Tinggi Jakarta pada 26 Maret 2014 menjadi 16 tahun kurungan ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

"Ini memang tahun kedua buat saya tanpa suami, ya tidak ada yang bagaimana-bagaimana, tetap saja beda, harus merayakan lebaran di tahanan menyedihkanlah," kata Sefti yang datang bersama dengan anak semata wayangnya bersama Fathanah.

Ia mengaku membawa makanan khas Lebaran untuk Fathanah seperti ketupat, rendang dan opor ayam.

"Sangat menyedihkan, habis bagaimana ya? Namanya di tahanan tidak sebebas di luar," ungkap Sefti.

Menurut petugas KPK yang berjaga saat jam besuk tadi, Achmad Muniri, para tahanan tidak mau berangkat shalat meski petugas sudah menyiapkan mobil.

"Tahanan tidak mau berangkat, padahal sudah disiapin 2 (mobil) elf dan 3 kendaraan kecil tapi tidak ada yang mau naik. Mobil sudah menunggu dari pukul 05.00 WIB," kata Achmad Muniri.

Sehingga menurut dia, KPK sudah memfasilitasi tapi para tahanan tidak memanfaatkannya.

Hal senada diungkapkan istri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, Ratu Rita Akil.

"Tadi awalnya boleh besuk sampai hari Kamis, tapi dibatalin semua padahal ada (keluarga) yang sudah terbang ke sini, jadi boikot hari ini tidak shalat," kata Ratu Rita.

mewek

parah nih koruptor!! udah banyak dosa, sholat ied aja ga mau kaya ane dong, biar dosa ane banyak tapi sholat itu wajib



Link: http://adf.ly/qfSSh

Wakil Ketua MPR: Pilpres 2014 Terlalu Keras dan Kasar

Quote:


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari menilai pemilihan presiden 2014 berlangsung sangat keras. Untuk itu, ia berharap Idul Fitri 1435 H bisa dijadikan momentum untuk bersilaturahmi.

"Perjalanan pilpres menurut amatan saya terlalu keras bahkan terlalu kasar," kata Hajriyanto di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Senin (28/7/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.

Hajriyanto mengatakan, silaturahmi dapat merajut kembali nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan. "Ini bisa menjadi wahana rekonsiliasi pemimpin politik di Indonesia," kata politisi Partai Golkar itu.

Hajriyanto menambahkan, momen Lebaran untuk rekonsiliasi politik menjadi relevan. Ia meminta elite politik tidak memperpanjang konflik diantara mereka.

"Tidak boleh secara terus menerus, sebagaimana revolusi engga boleh terus-terusan, setelah waktu reformasi diperlukan masa untuk menata kembali," kata Hajriyanto.

Sumur Keramat


banyak orang yang "lugu" di pilpres kali ini
dan banyak komedian berbakat muncul kepermukaan


Link: http://adf.ly/qfObV

[SAINGAN BERAT TW]Mirip Tol Laut Jokowi, CT Ingin Buat 'Jembatan Laut' di Selat Sunda

Jakarta -Untuk mengefisiensikan arus distribusi barang dari Sumatera ke Jawa, dan sebaliknya, Menko Perekonomian Chairul Tanjung mempunyai ide untuk membuat konsep 'jembatan laut' di Selat Sunda. Apakah itu?

Konsep atau ide ini adalah membuat transportasi kapal yang akan selalu ada atau mondar mandir di Selat Sunda, untuk mengantarkan barang dari dua pulau tersebut. Ide ini muncul karena melihat proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang masih lama terbangunnya.

Nantinya, 'jembatan laut' ini juga akan mengantarkan barang dari Jawa menuju tol Trans Sumatera yang akan dibangun.

"Sambil menunggu JSS, tapi itu kan lama kalau menunggu JSS, menurut saya itu lama. Kita harus berpikir cari solusi yang cepat. Saya punya ide harus bangun jembatan laut. Jembatan yang pakai kapal terus menyambung ke tol Trans Sumatera. Itu akan tercipta efisiensi," ujar pria yang akrab disapa CT saat open house di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Senin (28/7/2014).

"Jadi jembatan laut ini konsepnya mirip dengan tol lautnya Pak Jokowi. Kita pakai kapal yang mondar mandir angkut barang," ungkap CT.

Ide ini muncul setelah dirinya memantau kondisi pelabuhan Merak, Banten dan Bakauheni, Lampung menjelang lebaran beberapa hari lalu.

"Karena setelah saya pantau dari udara, antara Merak dan Bakauheni itu jauh juga. Kalau tunggu JSS jadi mau berapa lama. Jadi kita pikir yang cepat yang murah. Sambil tunggu JSS jadi kita juga siapkan jembatan laut," kata CT.

Untuk merealisasikan ide ini, CT ingin mengajak Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perluasan pelabuhan Bakauheni, sehingga bisa muat untuk sandar 10 kapal besar.

Namun, masih ada masalah untuk perluasan Pelabuhan Merak. CT menerangkan, ada lahan yang tidak bisa dibebaskan untuk perluasan Pelabuhan Merak. Namun CT tak habis akal, dirinya punya ide untuk memindahkan Pelabuhan Merak.

"Kalau saya sebut ada Mbah Merak, itu kawasan yang berada di tengah yang tidak bisa dibebaskan. Jadi saya berpikir agar pelabuhan Merak itu dipindahkan. Saya minta Kemenhub ada anggaran 2015 yang dialokasikan untuk FS (feaslibility study/studi kelayakan)," kata CT.

"Kalau tidak bisa dibebaskan, ya kita pindahkan saja, kita buat gaya (pelabuhan) Kalibaru karena lebih cepet dan efisien. Tidak ada lagi truk parkir sampai keluar tol. Merak-Bakauheni itu solusi yang kita pahami," jelas CT.

Dia mengatakan, ide jembatan laut ini tidak akan membuat rencana pembangunan JSS batal. Proyek JSS masih terus berjalan.

"JSS tidak ada masalah tapi tidak bisa menunggu JSS, saya maunya begitu. Waktu tinggal 2,5 bulan lagi pemerintahan ini, jadi tidak mau menunggu," ucap CT.

http://finance.detik.com/read/2014/0...di-selat-sunda

oh ternyata CT mendukung Jokowi menjadi presiden karena ada "PROYEK" nya toh



Link: http://adf.ly/qfObC

Awas, 7 Situs Berita Indonesia Dipalsukan

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa situs berita online Indonesia dipalsukan dan diisi dengan berita fiktif. Situs yang dipalsukan antara lain kompas.com, antaranews.com, detik.com, dan tempo.co, tribunnews.com, dan inilah..com.

Situs berita palsu ini menggunakan URL tambahan berupa "--news.com". Misalnya, tempo.co dipalsukan menjadi tempo.com--news.com, begitu juga dengan liputan6.com menjadi liputan6.com--news.com. Semua berita palsu yang ditampilkan situs-situs tersebut berisi soal hasil pemilu presiden.

Misalnya, di situs palsu tempo.com--news.com tercantum berita berjudul "37 Hacker Korea dan cina Gelembungkan 4 Juta Suara Golput". Padahal di situs aslinya, tempo.co, tak ada berita berjudul seperti itu. Ada juga berita "Ketua KPU Ditetapkan Tersangka", padahal tidak pernah ada lembaga hukum menetapkan Husni Kamil Manik sebagai tersangka.

Situs-situs palsu ini memiliki penampakan yang lebih cenderung seperti blog. Ketujuh media online palsu tersebut tampak berbeda dengan situs aslinya, karena secara jelas tidak dilengkapi dengan logo masing-masing media. Begitupun kanal berita yang juga tampak tak ada dalam situs palsu tersebut. Di sisi kanan situs palsu itu, terdapat daftar berita. Jika diklik, berita itu akan mengantar pengunjungnya ke situs lain yang juga dipalsukan.
http://www.tempo.co/read/news/2014/0...sia-Dipalsukan
Quote:
Pemred Liputan6 Selidiki Pemalsu Situsnya

TEMPO.CO , Jakarta: Pemimpin Redaksi situs berita online Liputan6.com, Mohamad Teguh, merasa keberatan dengan keberadaan situs palsu yang menggunakan nama medianya. Menurut Teguh, medianya masih menyelidiki secara internal siapa-siapa saja yang terlibat dengan situs berita palsu tersebut.

"Sepertinya ada tujuan tertentu mereka memalsukan beberapa situs berita online," kata Teguh saat dihubungi, Senin, 28 Juli 2014. (Baca: Awas, 7 Situs Berita Indonesia Dipalsukan)

Liputan6.com, kata Teguh, merasa dirugikan dengan situs yang memuat berita palsu tersebut. Apalagi berita yang dimuat dalam http://liputan6.com--news.com merupakan berita palsu yang bisa merusak kredibilitas medianya.

Toh Teguh yakin pembaca akan segera menyadari pemalsuan tersebut. "Masyarakat kita sudah cerdas, tak mudah dipengaruhi. URL-nya saja jelas beda." Teguh mengaku mendapat beberapa tanggapan dari pembaca soal keberadaan situs palsu tersebut.


Dia menyatakan belum berniat melapor ke polisi. Tapi, dia memastikan akan melakukan penyelidikan lebih dahulu sebelum mengambil keputusan atas pemalsuan tersebut.


mulai dah ditebar virus sapi gila.
pelaku dipastikan pengidap rabies.



Link: http://adf.ly/qfObO

[PANASTAK JONESSSS]Aneka Pose Harmonisnya Prabowo, Titiek, dan Didit di Momen Lebaran

Jakarta - Hari Raya Idul Fitri dirayakan oleh masyarakat Indonesia dengan berkumpul bersama keluarga masing-masing. Tak terkecuali bagi Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini memang tak menggelar open house pada Senin (28/7/2014). Usai salat Id di Masjid Az-zikra, Bogor, agendanya padat dengan silaturahmi ke beberapa tokoh.

Tapi Prabowo tetap menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarganya. Kediaman sang mantan istri, Titiek Soeharto di Cendana pun ia datangi.

Para awak media tidak diperbolehkan masuk. Namun dari foto-foto yang diunggah di akun twiter resmi Partai Gerindra, terlihat hangatnya suasana lebaran Prabowo bersama keluarga.

Meski keduanya sudah berpisah bertahun-tahun, Prabowo dan Titiek tetap mesra. Mantan Danjen Kopassus ini disambut oleh Titiek dengan cipika cipiki. Anak tunggal mereka, Ragowo Hediprasetyo alias Didit berdiri di samping.

Prabowo dan Titiek sempat dikabarkan akan rujuk. Dalam beberapa kesempatan, orang-orang dekat Prabowo mengatakan bahwa hubungan antara mantan Pangkostrad itu dan Titiek selalu baik karena ada Didit. Hal itu terlihat ketika pria yang berprofesi sebagai desainer mengajak ayah dan ibunya itu selfie.

Didit yang memegang smartphone berdiri di tengah, Prabowo di sebelah kanannya, dan Titiek memegang pundak kiri Didit. Ketiganya tampak tersenyum ke arah kamera.

Pada foto ketiga tampak ketiganya berdiri berjejer. Prabowo mengenakan baju koko putih dengan aksen hijau dan jingga serta peci hitam. Sementara itu Didit dan Titiek kompak memakai baju putih.

Jepret! Jadilah foto keharmonisan keluarga Prabowo di Hari Lebaran.

http://news.detik.com/read/2014/07/2...991101mainnews

PANASTAK JONES (JOMBLO NGENES) PASTI NGIRI ABIS SAMA KELUARGA HARMONIS PAK PRABOWO

PANASTAK MAH CUMA BISA COLI DI KAMAR MANDI SAMBIL MELOTOTIN FOTO NABILA / MELODY / ANISA RAHMA



Link: http://adf.ly/qfObH

'Ibu Suri' Megawati: Sorry, Tak ada bagi-bagi Kekuasan di Kabinet Jokowi-JK Kelak!

Mega: Tak Ada Bagi-Bagi Menteri
Pembahasan dengan Koalisi Berdasar Kualitas

Selasa, 29 Juli 2014 , 05:58:00


Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bersama capres terpilih, Joko Widodo.

JAKARTA - Penyusunan kabinet menjadi salah satu tugas penting yang menunggu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di sela momentum silaturahmi pada hari pertama Lebaran kemarin, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung penyusunan tim pembantu presiden terpilih nanti.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto-lah yang mengungkapkannya. Meski tidak membahas secara khusus, menurut dia, Mega sempat mengutarakan keinginannya agar tidak ada bagi-bagi posisi menteri untuk partai-partai pengusung maupun pendukung.

"Secara kualitas, Bu Mega tegaskan kalau di kabinet Jokowi-JK tidak ada pembagian posisi menteri. Termasuk dari kami sendiri," ungkap Wiranto setelah bersilaturahmi di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/7).

Dia menggarisbawahi, kualitas akan menjadi ukuran utama bagi personel yang nanti mengisi kabinet. "Nanti ada brainstorming dengan asas kualitas. Jadi, bukan pembagian, tapi soal kualitas dan profesionalisme," tandas mantan Menko Polhukam tersebut.

Pembahasan wacana pembentukan kabinet Jokowi-JK saat ini, kata dia, juga masih melihat perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Semuanya ditujukan demi terbentuknya kabinet yang solid. "Kami sama-sama ingin berorientasi pada susunan kabinet di pemerintahan yang kuat, itu kesepahaman bersama kami," tandas Wiranto. Lalu, sudah adakah calon menteri dari Hanura? "Pasti ada, tapi nanti lah itu. Ini belum," dalihnya.

Pada kesempatan tersebut, berbeda dengan tahun sebelumnya, Megawati tidak lagi menggelar open house. Untuk kali ini, presiden kelima RI itu ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain karena masih masa berduka setelah ditinggal almarhum suaminya, Taufik Kiemas, putri Presiden Pertama RI Soekarno itu juga ingin rehat pascaproses panjang pilpres lalu. Kalaupun dia menerima tamu, sebatas kerabat dan orang-orang terdekat saja yang bisa menemui.

Selain Wiranto, para pimpinan parpol koalisi PDIP lainnya menyempatkan hadir. Meski datang secara terpisah, tampak ikut datang di kediaman Mega di waktu yang hampir bersamaan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Penasihat Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK Letjen (pur) Luhut Panjaitan termasuk yang ada di kediaman Mega saat itu.

Jokowi-JK yang datang lebih dulu dari pimpinan parpol anggota koalisi pulang paling akhir. Keduanya baru keluar dari kediaman Mega sekitar pukul 12.00, setelah sekitar sejam lebih berada di dalam. Tidak ada satu komentar pun yang keluar dari keduanya setelah ikut menerima kunjungan dari para pimpinan parpol koalisi ketika itu. Keduanya langsung masuk mobil masing-masing dan sama-sama bertolak melanjutkan silaturahmi ke Presiden SBY di Istana Negara.
http://www.jpnn.com/read/2014/07/29/...-Bagi-Menteri-

Kubu Jokowi-JK Bantah Bahas Kabinet di Rumah Mega
Senin, 28 Juli 2014 , 20:16:00

JAKARTA - Sejumlah petinggi pimpinan partai politik di poros koalisi Indonesia Hebat berkumpul di kediaman Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Menteng, Senin (28/7). Meski bertajuk silaturahmi Lebaran, pertemuan tersebut kemudian dikaitkan dengan pembahasan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang.

Namun, mereka memastikan, berkumpulnya pimpinan parpol pengusung pasangan capres terpilih Jokowi-JK itu tidak untuk membahas kabinet pemerintahan melainkan, hanya berlebaran. "Belum ada," singkat Ketum Partai Hanura Wiranto.

Menurutnya, selaku petinggi partai yang memimpin koalisi Indonesia Hebat, Megawati tidak membagi-bagikan jatah kabinet pemerintahan. Begitu pula dengan Jokowi-JK saat memimpin Indonesia lima tahun mendatang. "Dari dulu Mega dan Jokowi-JK bukan soal pembagian tapi kualitas dan profesional," ujar Wiranto.

Hal senada disampaikan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh yang turut hadir. Menurutnya, di Hari Raya Idul Fitri ini para tamu yang hadir hanya kumpul-kumpul biasa sambil bercengkerama. "Saling kumpul satu sama lain. Pada dasarnya hari ini hanya mengucapkan selamat, semua anggota masyarakat untuk membangun semangat solidaritas kebangsaan," jelasnya.

Surya menambahkan, pembahasan kabinet akan dibicarakan pada waktu-waktu mendatang bukan di sela momentum Lebaran. "Nanti di hari-hari ke depan, Insya Allah lancar ke depan. Karena koalisi tanpa syarat apapun yang terbaik," tegasnya.

Selain Surya Paloh dan Wiranto, Lebaran di kediaman Megawati juga dihadiri tokoh-tokoh seperti Ketum PKB yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Wakil Gubernur Banten Rano Karno serta Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar. Tak ketinggalan tentunya pasangan Jokowi-JK sendiri.

Dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga menyatakan pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi saja. Sama sekali tidak ada pembicaraan politik di antara mereka. "Semuanya minta maaf, makan-makan. Tidak ada bicara politik," ujar Muhaimin sebelum meninggalkan rumah Mega. Acara di rumah Mega itu hanya berlangsung sekitar 1 jam.

Beberapa tokoh dari luar partai koalisi seperti Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, politisi senior PPP Hamzah Has dan pengusaha nasional Setiawan Djody juga terlihat hadir. Chairul Tanjung pun menyampaikan hal yang sama dengan Muhaimin. Menurutnya, sama sekali tidak ada pembicaraan politik di antara mereka yang hadir. "Kita saling ucapkan selamat lebaran, mohon maaf, prinsipnya lebaran harus maaf-maafan, ucapkan hari raya," ujarnya
http://www.jpnn.com/read/2014/07/28/...di-Rumah-Mega-

----------------------------

Kayaknya mulai 2014 ini, ada konvensi baru, yaitu praktek ketata-negaraan baru ala di NKRI (Negara Kerajaan Republik Indonesia), dimana sang Presiden yang dipilih oleh rakyat, karena statusnya hanya diusung oleh parpol semata sehingga statusnya tak lebih dari 'petugas partai" yang mejabat Presiden RI. Dalam hal ini kekuasaan tertinggi tampaknya akan dijabat oleh Ketua Umum Parpol yang menugaskan kadernya untuk maju ke jabatan Presiden itu, yang untuk saat ini di pegang oleh Megawati. Maka secara konvensi, nantinya Megawati adalah "Ibu Suri" NKRI, dan Jokowi adalah Preiden. Presiden tak bebas membuat dan mengendalikan NKRI karena dia harus minta petunjuk dan arahan "Ibu Suri" dulu.




Link: http://adf.ly/qfKio

Blog Archive