Thursday, November 27, 2014

Mayoritas Nelayan Ilegal Berasal dari Malaysia



JAKARTA – Kementerian Luar Negeri telah menerjunkan tim ke Kepulauan Derawan untuk memverifikasi nelayan ilegal. Ditemukan fakta, mayoritas nelayan ilegal berasal dari Malaysia. Jumlahnya 524 orang yang ditangkap berasal dari Malaysia. Dan hanya sebagian kecil dari Filipina. Pernyataan ini dikemukakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Michael Tene saat media briefing di Pejambon, Kamis (27/11). Menurut Tene, temuan ini akan ditindaklanjuti secara interdepartemen saat tim kembali ke Indonesia.

"Umumnya mereka mengatakan datang dari wilayah pulau Sampurna, Malaysia. Ada beberapa yang dari Filipina," ujar Tene.

Dari hasil pantauan Kemenlu, 500-an nelayan yang tinggal di perahu itu adalah masyarakat tradisional. Hidupnya berpindah-pindah untuk mencari ikan dan kegiatan utamanya ada di pulau Sampurna. Meski begitu, Tene mengatakan Indonesia akan secara tegas menindak mereka. Salah satunya dengan memberi notifikasi kepada negara asal mereka soal warganya yang melanggar.

Disinggung soal kebijakan menenggelamkan kapal, Tene mengatakan hal itu akan dilakukan. Pasalnya, hal itu adalah kebijakan umum yang dikemukakan Presiden Jokowi kepada dunia Internasional. Namun, hanya akan dilakukan jika terjadi pencurian secara besar-besaran. Sedangkan untuk para nelayan ini, Tene masih belum bisa berkomentar. Pasalnya, mereka adalah nelayan tradisional dan tidak ada indikasi pencurian ikan secara terstruktur dan besar.

"Tidak semuanya akan dilakuaan tindakan penenggelaman, tindakan penenggelaman itu kan untuk memberikan efek jera," lanjut Tene.

Dia juga menjelaskan Kemenlu akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan kementerian terkait. Tujuannya untuk membicarakan langkah lanjutan menindak para nelayan ilegal. Menurut Tene, hal ini perlu dilakukan. Dia mencontohkan banyaknya nelayan ilegal yang tidak bisa menunjukkan status kewarganegaraan mereka. Hanya ucapan bahwa mereka berasal dari negara A atau negara B.

"Itu yang akan dibahas lintas intradepartemental mengenai langkah-langkah penanganan selanjutnya, khususnya kepada nelayan," pungkasnya. (cr1)

- Sumur: http://www.indopos.co.id/2014/11/may....gaM6Rfjc.dpuf



Link: http://adf.ly/uh0GG

Demo Bentrok di Yogya, 3 Mahasiswa Diamankan dan Dilarikan ke RS

Yogyakarta - Ratusan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM dan polisi di Yogyakarta sempat bentrok berulang kali. Saat kericuhan terjadi, 3 mahasiswa diamankan polisi dan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka.

Mahasiswa berunjuk rasa di pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka memblokir jalan dan sempat 'mengganggu' pengguna jalan pada pukul 16.00 WIB, Kamis (27/11/2014). Polisi turun tangan. Bentrokan pun pecah.

Mahasiswa kocar-kacir dan sebagian di antaranya bersembunyi di kampus UIN. Satu jam kemudian, bentrokan kembali pecah. Bentrokan ini terjadi saat beberapa anggota polisi mendekat ke mahasiswa yang masih berkumpul di sekitar gerbang kampus di sisi selatan. Namun, kedatangan sejumlah polisi disambut lemparan batu oleh mahasiswa. Personel polisi langsung merangsek dan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata ini membuat mahasiswa berhamburan dan lari ke dalam kampus.

Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin mengatakan, dalam bentrokan tersebut ada tiga mahasiswa yang ditangkap. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka.

"Kita larikan ke rumah sakit. Nanti mereka kita periksa keterlibatan mereka, apakah sebagai provokator atau apa," kata Ihsan Amin di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Kamis (27/11/2014) petang.

Dari ketiga mahasiswa yang ditangkap, 2 mahasiswa mengenakan almamater warna merah. Mereka menjadi bulan-bulanan petugas saat tertangkap. Bahkan mereka meminta ampun. "Ampun pak, ampun pak," kata seorang mahasiwa yang tertangkap.

Polisi membubarkan paksa aksi demo, karena aksi mahasiswa yang memblokir jalan sudah mengganggu masyarakat. Pihak kepolisian akan bertindak tegas, jika aksi demo dilanjutkan.

Sekitar pukul 17.50 WIB, situasi mulai kondusif. Mahasiswa masuk ke dalam kampus, puluhan polisi juga ditarik mundur. Situasi kembali tenang, namun batu-batu bekas lemparan masih bertebaran, dan gas air mata yang disemprotkan masih terasa pedas di mata bagi pengguna jalan. Arus lalu lintas sudah dibuka.

Sumur


Link: http://adf.ly/uh0Fv

(Khusus Bisnismen) Paspor Baru Indonesia

HARIANACEH.co.id — Jakarta Seperti yang telah diketahui bersama paspor Republik Indonesia memiliki sampul depan berwarna hijau, lengkap dengan lambang negara Indonesia yaitu burung garuda.

Sebuah laman grup di Facebook bernama Bacpaker Dunia yang beranggotakan para traveler dari seluruh Indonesia dan dengan berbagai pengalaman travelingnya, mengunggah sebuah foto yang menampilkan rupa baru paspor Republik Indonesia.
Sampul Paspor Indonesia Baru Dengan Lambang Burung garuda paspor 1

Pada laman tersebut terlihat sebuah foto paspor berwarna biru. Jika diperhatikan dengan seksama, difoto tersebut pada sampul depan, bagian atasnya bertuliskan Republik Indonesia. Tepat di bawah tulisan, terdapat lambang negara Indonesia, burung garuda dan pada paling bawah terdapat tulisan paspor yang kesemuanya ditulis menggunakan huruf kapital.

Foto yang diunggah juga memperlihatkan tampilan dalam (isi) dari paspor tersebut. Halaman demi halamannya memperlihatnya ikon Indonesia dan kaya warna, seperti yang terlihat di halaman delapan yaitu gambar bunga Rafflesia Arnoldi. Sedangkan pada halaman 10 terlihat gambar sepasang ondel-ondel.

Sampul Paspor Indonesia Baru Dengan Lambang Burung garuda paspor 2

Lebih lanjut, pada kolom komentar di laman Facebook grup Bacpaker Dunia, salah satu anggotanya menerangkan bahwa foto tersebut merupakan foto dari paspor terbaru Republik Indonesia.

'Tapi pada dasarnya itu belom di launching, baru akan launching akhir tahun ini karena mau di cetak oleh peruri. Paspor yg di attach itu namanya polycarbonate passport. Paspor tersebut untuk pertama kalinya pernah ditampilkan pada acara Legal Expo tanggal 30-31 Oktober 2014 di Kemenkumham," tulis salah seorang anggota Backpacker Dunia.






Jongos

Link: http://adf.ly/uh0FN

1 Orang Ditemukan Tewas usai Bentrok Mahasiswa dan Polisi di makasar

Makassar - Ada korban dalam demo menolak kenaikan harga BBM di Makassar. Seorang pria yang diketahui bernama Ari Pepe ditemukan tak bernyawa usai bentrokan mahasiswa dan polisi. Belum diketahui penyebab tewasnya korban.

Demo berawal pada pukul 16.00 WITA, Kamis (27/11/2014). Sekitar 100 mahasiswa menyerbu kantor Gubernur Sulsel. Mereka melempari polisi dengan batu. Aksi itu dibalas dengan tembakan gas air mata.

Suasana tak terkendali. Mahasiswa berhasil dipukul mundur ke kampus UMI yang hanya berjarak 200 meter dari kantor gubernur. Kejadian itu sempat mengganggu arus lalu lintas di seputaran Jl Urip Sumoharjo.

Usai bentrok diketahui korban yang disebut-sebut berada dalam rombongan mahasiswa itu tergeletak di lokasi aksi. Dia mengalami luka di kepala bagian belakang. Darah berceceran.

Korban sempat dibawa ke RS Ibnu Sina dengan menggunakan ambulans milik Pemprov Sulsel, tapi nyawanya tak tertolong. Saat ini, ia sudah dibawa ke rumah duka di Pampang, Panakkukang, Makassar.
Pada pukul 19.00 WITA, mahasiswa sudah mengakhiri aksinya. Mereka berada di pintu 2 kampus UMI. Polisi masih bersiaga. Suasana lalin kondusif

. Sumur

Widihh Udah ada yg Mati

Link: http://adf.ly/ugwtw

Media Malaysia Serang Presiden Jokowi



Malaysia kembali membuka ruang konfrontasi dengan Indonesia. Salah satu media Malaysia serang Presiden Jokowi. Pria yang karib disapa Jokowi itu dicap angkuh. Dasarnya, sikap keras Presiden Jokowi kepada para nelayan Negeri Jiran yang masuk menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa izin.

"Arahan itu menggambarkan Jokowi pemimpin yang sedikit angkuh dalam menguruskan isu antara negara. Ini seolah-olah memperlihatkan Jokowi memilih pendekatan konfrontasi, bertentangan dengan gambaran yang diberikan sebelum ini. Tetapi tidak dinafikan sebahagian besar rakyat Indonesia berbudaya dan tatasusila tinggi," demikian laporan yang berjudul 'MAAF CAKAP, INILAH JOKOWI' yang diunggah Utusan Online.

Tulisan ini lantas mengulas ucapan Jokowi yang dianggap menggunakan konfrontasi dengan memerintahkan untuk menenggelamkan perahu-perahu nelayan Malaysia yang ditangkap.

Disebutkan bahwa Utusan Malaysia Jumat lalu melaporkan Jokowi berkata, "Tidak perlu menahan mereka. Karamkan bot mereka. Karamkan 10 hingga 20 bot. Itu membuatkan mereka berfikir."

Dengan perintah ini, media Malaysia tersebut juga menyebut Jokowi mengambil sikap yang bertentangan dengan semangat serumpun dalam hubungan sebagai negara bertetangga.

"Dalam keghairahan sesetengah pihak di negara ini yang mendokong gagasan "bangsa serumpun" tetapi Indonesia mengambil pendekatan bertentangan semangat serumpun," demikian bunyi artikel tersebut. (awa/jpnn)

- Berita selengkapnya klik disini aja gan:
//www.indopos.co.id/2014/11/media-malaysia-serang-presiden-jokowi.html#sthash.Sj9NBL0L.dpuf



Link: http://adf.ly/ugwuT

Blog Archive