BERITA TERKINI

Monday, May 6, 2013

Demokrat Dominasi Caleg Bermasalah, NasDem paling Bersih

Demokrat Dominasi Caleg Bermasalah, NasDem paling Bersih

Kajian Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) terhadap calon legislatif (caleg) 2014 menunjukkan bahwa, Partai Demokrat mendominasi caleg bermasalah. Sedangkan Partai NasDem merupakan partai paling bersih atau bebas dari caleg bermasalah korupsi.

Direktur LPI Boni Hargens mengatakan kajian tersebut merupakan analisis kualitatif terhadap semua caleh yang sudah didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kategori caleg yang dianalisis adalah mereka yang disebut terlibat kasus korupsi dan dikategorikan sebagai bermasalah dari segi korupsi di tingkat lokal maupun nasional.

â??Memang Undang Undang tidak menyebutkan bahwa orang yang menjadi saksi atau disebut-sebut terlibat korupsi di KPK dilarang caleg. Namun, LPI menilai, setiap orang yang disebut di KPK beberapa koruptor atau menjadi saksi dikategorikan bermasalah dari sisi korupsi,â?? ujarnya dalam diskusi bertajuk Rangking Parpol Berdasarkan Bedah Kualitas Caleg 2014 di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).
Hadir dalam diskusi tersebut yakni ketua DPP Demokrat Teuku Riefky Harsyah, Wakil Sekjen NasDem Willy Aditya, Ketua DPP PKPI Budi Santoso dan Politisi PDIP Firman Jaya Daeli.

Menurut Boni, dari kajian LPI caleg Demokrat tertinggi dengan total caleg bermasalah Demokrat 14,7 persen, Golkar, 8,7 persen, PDIP 7,1 persen, PDIP 5,7 persen, PKB 5,1 persen, PBB 5,0 persen, PKS 4,5 persen, PAN 4,5 persen, PPP 4,0 persen, Gerindra 3,0 persen, Hanura 1,4 persen, PKPI 0,1 persen dan Nasdem 0,1 persen. "Nasdem dan PKPI wajar tidak punya caleg bermasalah dari sisi korupsi sebab keduanya partai baru. Karena itu, jumlah 0,1 persen kebanyakan merupakan migrasi dari partai lain,â?? ujarnya tanpa menyebutkan dan merinci nama-nama caleg bermasalah.

Selanjutnya, Boni mengatakan, kader bermasalah Demokrat yang dikaji diantaranya beberapa nama yang disebutkan oleh mantan Bendahara Demokrat Nazaruddin dan beberapa nama yang juga berada di tangan Mantan Ketua Umum Demoktar Anas Urbaningrum. "Saya mendapat laporan dari anas beberapa nama yang potensial bermasalah korupsi,â?? tegasnya.

Menurut Boni, banyaknya caleg bermasalah dari sisi korupsi memberi sisi buruk pada peningkatan elektabilitas Demokrat. Disinyalir, pemilih potensial Demokrat akan banyak bermigrasi ke partai-partai baru seperti NasDem dan PKPI.
"Selain karena bermasalah, sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dikritilk karena kepemimpinannya saat jadi presiden,â?? tegasnya.

Sedangkan Riefke sendiri mengatakan, kader bermasalah di Demokrat dari sisi korupsi belum tentu merupakan koruptor. Bisa jadi, menurutnya, mereka hanya disebut bermasalah secara korupsi dan belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.
Karena itu, Demokrat tidak bisa menolak kader-kader bermasalah yang hendak kembali menjadi caleg.

Sedangkan Willy mengatakan NasDem memang sangat selektif dalam memilih kader. Nasdem menolak untuk memasukkan nama caleg yang memang bermaslah secara korupsi. Hal ini merupakan komitmen NasDem untuk menciptakan resorasi.
â??Partai sebagai dapur produksi politisi harus jeli melihat kualitas caleg. NasDem ingin menciptakan kualitas legislatif yang bermutu dan bebas dari koruptor,â?? tegasnya.

ASAL BERITA

==================================
Masih ada sedikit harapan untuk negeri ini menjadi lebih baik ya ? [imagetag]

Blog Archive