Thursday, May 2, 2013

Tiru Gus Dur liburkan Imlek, SBY bikin libur di May Day


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepertinya ingin meninggalkan catatan baik di tahun terakhir masa pemerintahannya. Jika Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenang sebagai tokoh pluralis yang membuat perayaan Imlek menjadi libur nasional, SBY mungkin ingin dikenang sebagai presiden yang menetapkan peringatan Hari Buruh 1 Mei sebagai libur nasional.

Sebagai Presiden, Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14/1967, yang berisi perihal larangan segala kegiatan berkaitan keagamaan, kepercayaan dan adat istiadat Cina dilakukan di Indonesia. Gus Dur kemudian menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6/2000 yang membolehkan bangsa Tionghoa mengekspresikan kebudayaannya, termasuk menjalankan agama leluhur Tionghoa, Konghucu.

Gus Dur pun sampai diangkat menjadi 'Bapak Tionghoa' dalam sebuah acara yang dihadiri para tokoh etnis Tionghoa Indonesia di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang pada Rabu, 10 Maret 2004.

Kembali ke Hari Buruh, Presiden SBY menulis beberapa tweet tentang peringatan May Day di akun @SBYudhoyono, Rabu (1/5).

"Selaku Kepala Negara, saya mengucapkan Selamat Hari Buruh kpd para pekerja Indonesia. Semoga buruh semakin sejahtera. *SBY*"

Dua hari lalu, saya bertemu & berdialog dgn para pimpinan Serikat Pekerja, utk meningkatkan kesejahteraan para buruh. *SBY*

Dlm rangka Hari Buruh, hari ini saya berkunjung ke Surabaya, utk bertemu para buruh & manajemen di dua perusahaan. *SBY*

Presiden: Mulai tahun depan, 1 Mei dinyatakan sbg hari libur nasional, shg kaum buruh & manajemen bs memperingatinya dengan baik.
Aksi 'May Day' para buruh di belahan dunia
Waria beraksi genit di demo buruh

Entah ingin menyenangkan para buruh atau ada motif lain di balik keputusan itu, yang pasti, tuntutan menjadikan 1 Mei sebagai libur nasional sudah disuarakan sejak dulu. Bahkan sejak sebelum SBY menjadi presiden. Namun, mengapa di tahun terakhir dari dua kali masa jabatannya, SBY baru mengambil keputusan itu?

"Kami sangat mengapresiasi apa yang diputuskan Presiden SBY dengan menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Ini artinya, negara, pemerintah, memberi pengakuan terhadap para buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (1/5) malam.

Keputusan itu, lanjut Said, sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Apalagi, mayoritas negara-negara di dunia menetapkan May Day sebagai hari libur. Di ASEAN saja, kata dia, 8 negara menjadikan 1 Mei sebagai hari libur.

Said mengungkapkan, permintaan agar Hari Buruh ditetapkan sebagai libur menjadi salah satu pembahasan yang disampaikan perwakilan elemen buruh dalam pertemuan dengan SBY di Istana Negara pada 29 April lalu.

"Waktu itu SBY dengan spontan menjawab akan mewujudkan permintaan itu. Kemudian saya meminta agar itu diumumkan saat peringatan May Day. Saya melihat presiden jujur saat menyampaikan itu, tapi saya tidak tahu kalau ada motif lain di balik itu," tukasnya.

Meski begitu, Said menegaskan, buruh akan tetap melakukan aksi setiap May Day. Aksi May Day bukan seremonial belaka, tapi menyampaikan aspirasi dan terus mengingatkan pemerintah dan pengusaha agar buruh mendapat keadilan.

"Tidak penting bertemu presiden dan menteri saat May Day. Kami akan terus melakukan aksi untuk mengingatkan semua pihak yang terkait, jangan sampai buruh selalu menjadi korban dari rezim upah murah. Buktinya, walau naik relatif baik di awal tahun ini, banyak pengusaha yang meminta penangguhan kenaikan upah minimum dan dikabulkan oleh pemerintah daerah," tandas Said.

http://www.merdeka.com/peristiwa/tir...i-may-day.html

hore,hari libur nya nambah [imagetag]

Blog Archive