Friday, July 26, 2013

Mr BASUKI vs lulung (Gub pertama yg mau pasang badan)


Semua penghuni & pedagang Tanah Abang juga tau kalau di TA itu ada 2 premannya:
PREMAN KERAH PUTIH yaitu DF yg kelola gedung2nya &
PREMAN RENDAHAN yaitu lulung yg dapat bagian di parkiran + PKLnya,

Salut sama Mr. Ahok yang berani hadapi hal ini.
Gubernur gubernur yg dulu mana ada yg mau tau (nga berani?)...
Kalau saja pemimpin2 kita yang lain kaya Ahok sudah maju Indonesia

Sekilas tanggapan lutung yg kini jadi WAKIL KITA (DPRD) dari PPP:



Quote:
http://www.merdeka.com/jakarta/tersi...selengean.html

Tersinggung soal Tanah Abang, Haji Lulung sebut Ahok 'selengean'
Kamis, 25 Juli 2013 19:14:13


©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung Abraham Lunggana mengaku geram dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengatakan ada oknum DPRD DKI yang membekingi para Pedagang Kaki Lima di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pria yang juga tokoh Tanah Abang ini merasa tersinggung dengan ucapan Ahok, sapaan Basuki.

Kalau ada oknum DPRD DKI main di Tanah Abang, jelasin siapa? Wagub jangan selengean (sembarangan), dia lambang negara, pejabat, saya sudah bilang ke Pak Jokowi tolong Wagub ditegur, kata pria yang akrab disapa Haji Lulung ini usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD DKI, Jakarta, Kamis (25/7).

Lulung mengatakan, saat reses DPRD, ia turun langsung ke Tanah Abang dan bertemu PKL. Menurutnya, saat bertemu dengan warga dan PKL, para pedagang mengakui melanggar Perda.

Mereka sadar melanggar Perda. Saya bilang kita harus sejalan, mereka harus mau ditata, ditertibkan. Mereka setuju, cuma aspirasi mereka tidak mau di Blok G, ujar Lulung.

Lulung mengakui, memang banyak orang yang menilai dirinya sebagai preman Tanah Abang. Ia pun meminta Pemprov DKI duduk bersama dewan dan membahas masalah Tanah Abang ini.

Saya ini orang lama di Tanah Abang, tapi coba tanya, siapa pun yang di sana, apa pernah Haji Lulung memeras, apa pernah Haji Lulung masuk penjara? Kalau mau disebut preman ya nggak apa-apa, papar Lulung.

Ia mengatakan, dirinya besar di Tanah Abang sejak menjadi tukang sampah, tukang loak, hingga punya bisnis properti, toko, operator parkir, dan jasa keamanan. Sampai saat ini ia memiliki 7.000 karyawan.

Selain itu, Lulung mengaku menjadi pencetus pasar malam di kawasan Tanah Abang, puluhan tahun silam. Namun hal itu bukanlah asal mula PKL. Dulunya pasar malam diadakan di dalam pemukiman, bukan di jalan raya.

Jadi Wagub harus terbuka, kalau ada oknum DPRD, selain saya main di Tanah Abang, saya sikat, dia berurusan sama saya, makanya saya tersinggung, ujarnya.

Lulung juga mengatakan, dalam menata Tanah Abang, Pemprov DKI seharusnya melihat secara makro. Mulai dari permasalahan sosial, tata ruang, penertiban pedagang kaki lima, lalu lintas, parkir, kajian ekonomi, serta sarana prasarana.

Sehebat itu Pasar Tanah Abang, tidak ada terminal bus, ini kan artinya tidak ada kepedulian pemerintah sejak bertahun-tahun lalu, jelasnya.

Lulung ini pun menegaskan penataan Tanah Abang harus dilakukan secara serius dan tidak musiman. Penertiban jangan cuma pas mau Lebaran, harus serius, dan berkelanjutan. Jangan Cuma musiman, harus ada jaminan kelanjutannya, tutur Politikus PPP ini.

Sebelumnya, Ahok mengatakan, tidak akan sungkan memecat PNS Pemprov DKI yang melindungi PKL dan preman di Pasar Tanah Abang. Namun jika anggota DPRD DKI ikut membekingi preman, dia menyerahkannya kepada warga Jakarta.

"Kalau DPRD ya rakyat yang mecat, dong, Kalau ada (Anggota DPRD) pun dia enggak mungkin keluar, malu dong," imbuhnya.

[ren]



SEKILAS mengenai lulung:
Quote:http://www.tempo.co/read/news/2013/0...ri-Tanah-Abang

Minggu, 17 Maret 2013 | 03:05 WIB
Setelah Hercules Tersingkir dari Tanah Abang


TEMPO.CO , Jakarta:Polah preman Jakarta kerap memunculkan bentrok antar preman yang dipicu rebutan lahan bisnis pengamanan mereka. �Subsektor� bisnis para preman ini merentang dari penagihan utang, jasa penjagaan lahan sengketa, pengelolaan jasa parkir, sampai pengamanan tempat hiburan dan perkantoran di Ibu Kota.

Usaha pengamanan kantor antara lain dipilih Abraham Lunggana alias Lulung, 50 tahun. Mendirikan perusahaan PT Putraja Perkasa pada awal 2000, ia masuk jasa pengelolaan parkir dan pengamanan. Putraja memiliki anak perusahaan, PT Sacom. Abraham mengklaim mempekerjakan sekitar 4.000 orang. �Dulu sempat lebih besar dari itu,� kata Lulung seperti dikutip Majalah Tempo 16 November 2010.

Anak buah Lulung menangani pengamanan Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat para pedagang kelontong. Ia mengambil alih �kekuasaan� yang sebelumnya dipegang oleh seorang jawara bernama Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, 62 tahun. Ucu dulu menyingkirkan penguasa sebelumnya, Rosario Marshal alias Hercules, seorang pemuda asal Timor Timur.

Perusahaan Lulung juga mengelola perparkiran di sejumlah kantor, termasuk Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Lulung, yang kini menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, mengaku prihatin ada pergeseran nilai di Tanah Abang, tempat kelahirannya, dari yang identik dengan agamais, menjadi premanisme. "Saya mau kembalikan nilai-nilai Tanah Abang ke semula," kata Lulung kepada Tempo pekan ini.

TRI ARTINING PUTRI | WANTO

Blog Archive