BERITA TERKINI

Wednesday, July 17, 2013

[SUPERMAN] 4 Kali Bunuh Diri Nggak Mati-mati

-Minum Karbol Tak Apa-apa

-Gantung Diri, Tali Putus

-Antukkan Kepala, Diselamatkan Orang

-Terakhir Bakar Diri, Tak Mati Juga


BELAWAN-PM

Mungkin bagi Vanir Selvan alias Goval (30), hidup ini sangat memuakkan. Namun, entah kenapa, malaikat maut masih saja enggan menjemputnya. Empat kali percobaan bunuh diri yang ia lakukan selalu gagal.

Minum karbol (pembersih) kamar mandi, tak apa-apa. Gantung diri, talinya putus. Mengantukkan kepala ke dinding hingga retak, ditolong orang. Nah, Senin (15/7) dinihari kemarin, lajang asal Malaysia ini nekat membakar diri sendiri. Tapi lagi-lagi, upayanya gagal. Ulahnya itu malah nyaris meludeskan kantor Imigrasi Belawan. Ya, sebelum dipulangkan ke negaranya, lima hari belakangan ini Goval memang menjalani masa isolasi di ruang detensi imigrasi. Pria berdarah India itu diamankan karena masa kunjungannya di Indonesia telah habis (paspor over stay).

Tapi Goval menolak kembali ke negaranya. Itu juga yang membuat pria berkulit gelap itu stres hingga nekat menempuh jalan pintas. Data yang dihimpun POSMETRO dari lokasi, sebelum melakukan aksi bakar diri, petugas imigrasi sempat melihat Goval menjerit tak karuan di ruangan berukuran 3�4 meter, tempatnya ditahan. Tapi petugas cuek, karena menganggap korban mengalami dipresi sesaat. Perkiraan petugas meleset setelah melihat api disertai kepulan asap tebal dari ruangan Goval. Selidik punya selidik, ternyata pagi itu Goval sengaja membakar baju dan tilam tempat tidurnya.

Melihat api dan asap tebal, Goval sempat ketakutan, hingga ia sempat berusaha menyelematkan diri dengan cara masuk ke kamar mandi. Tak lama berselang, petugas yang melihat api langsung merangsek masuk dengan membuka paksa pintu ruang isolasi. Oleh petugas, Goval pun berhasil diselamatkan. Sedang api tak sempat merembet karena petugas pemadam berikut dua armadanya lekas tiba di lokasi. �Kalau tak cepat datang petugas pemadam kebakaran, mungkin sudah ludes kantor imigrasi ini,� kesal salah seorang petugas di sana. Meski geram, tapi Goval yang menderita luka bakar di punggung tetap dilarikan ke RSU TNI AL. Saat ditemui kru koran ini, Goval mengaku nekat bakar diri sendiri karena stres mau dipulangkan ke negaranya.

�Aku tak mau lagi pulang ke Malaysia, karena sudah nyaman kali di sini. Malam itu aku ketakutan, makanya aku nekat bunuh diri biar mati, aku tak mau pulang karena aku terlilit utang di Malaysia,� ujar Goval di rumah sakit. Goval mengaku makin stres karena selama tinggal di Medan ia telah tinggal serumah dengan wanita pujaan hatinya. Karena itu pula, Goval ngaku sudah berulang kali mengakhiri hidupnya. �Hari pertama saya ditahan, saya sempat minum pembersih kamar mandi, tapi tak apa-apa,� kenang pria yang tiba di Indonesia pada awal November 2011 lalu itu.

Selanjutnya, hari berikutnya Goval mencoba gantung diri,tapi tali yang melilit lehernya putus. �Aku coba gantung diri di kamar itu, tapi talinya putus, lihat ini bekas di leher aku,� kata Goval seraya menunjuk luka memar di sekeliling lehernya. Karena tetap gagal, Goval kembali bunuh diri dengan cara mengantukkan keningnya ke dinding hingga berdarah-darah. Tapi aksinya tertangkap basah petugas imigrasi yang lantas memberikan pertolongan. Dengan kondisi jidad retak, Goval dibawa ke rumah sakit. Setelah diobati, Goval kembali diinapkan di ruang detensi. Karena tak mati-mati juga, akhirnya Goval pun nekat bakar diri. �Sudah capek saya mau bunuh diri tapi tak mati-mati, saya ini mau bertahan di Indonesia, saya cinta dengan Heny. Makanya saya tak mau pulang ke Malaysia,� kata Goval di rumah sakit dengan kondisi tangan masih terpasang infus.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Belawan, Sunardi yang dikonfirmasi kru koran ini mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan perbuatan Goval, karena rencananya Senin (15/7) pagi, ia akan diterbangkan ke Malaysia. �Kita tak sangka dia nekat begitu, sehari sebelumnya pun dia juga mengantukkan kepala ke dinding. Ini dia malah coba bakar diri sendiri,� kesal Sunardi. Atas perbuatan itu, lanjut Sunardi, sebelum sembuh, pihaknya terpaksa membatalkan pemulangan Goval ke negaranya, melainkan menyerahkannya ke kantor polisi, �Kita akan serahkan kasus ini ke polisi, agar yang bersangkutan diproses secara hukum,� tegas Sunardi.

Jatuh Cinta pada Istri Orang

Selain terlilit utang, Goval juga ngaku enggan pulang ke negaranya karena tak sanggup berpisah dengan Heny (28), wanita pujaan hatinya yang berstatus istri orang. Diceritakan Goval, awal November 2011 lalu, ia yang menggunakan paspor pelancong diajak seorang pria berdarah Tionghoa ke Indonesia (Medan). Mereka berniat mengelola bengkel sepeda motor di kawasan Titipapan, Kec. Medan Deli. Tapi sial, keberuntungan tak berpihak, hingga setahun berjalan, usaha keduanya pun bangkrut. Karena modal habis, rekan bisnis Goval memilih kembali ke negaranya.

Sementara Goval yang kebingungan memilih menetap di Medan. Untuk menyambung hidup, Goval sempat jualan burger di depan salon ling di Titipapan, Kec. Medan Deli. Beberapa bulan jualan di sana, tak sengaja Goval kenalan dengan Heny yang bekerja sebagai karyawan salon. Perkenalan mereka terus berlanjut hubungan asmara. Padahal saat itu, Heny berstatus istri orang. Tapi Goval tak ambil pusing. Atas dasar cinta, perselingkuhan itu terus berjalan. Waktu berjalan, hubungan gelap keduanya pun terbongkar. Tapi Goval dan Heny tak gentar. Goval bertahan, dan Heny pun menolak kembali pada Elvin (30), suami yang terus menguber mereka.

Agar tak tertangkap, kedua sejoli ini memilih hidup nomaden alias berpindah-pindah tempat. Bahkan untuk menghalalkan hubungan itu, Goval mengaku telah menikahi Heny secara siri. Hal tersebut juga diakui Heny yang ditemui kru koran ini di rumah sakit saat menjenguk Goval. �Sejak 6 bulan lalu kami sudah nikah, saya memang cinta dan sayang pada Goval,� kata Heny. Lebih lanjut, wanita berkulit sawo matang itu mengaku lebih memilih meninggalkan suaminya karena selama ini Goval berprilaku baik dan tak pernah kasar padanya.

�Saya pilih Goval karena dia baik sama saya. Sedang suami saya sering ngajak ribut dan pukuli saya. Saya sudah setahun lebih pisah ranjang dengan suami saya. Yang pasti saya tetap memilih Goval dan tak mau lagi kembali pada suami saya,� tegas ibu dua anak itu. Diceritakan Heny, sebelum diamankan petugas imigrasi, mereka berniat kabur bersama ke Malaysia. �Kalau dia tak ditangkap, rencananya kami mau sama � sama ke Malaysia. Kalaupun nanti masalah ini selesai, saat dia balik ke Malaysia aku pasti ikut sama dia,� kata Henny seraya mengatakan keputusan itu adalah bukti cintanya pada pria berkulit gelap itu.

Hal senada juga dikatakan Goval. �Sebenarnya saya tak ada melarikan Heny, kami memang sama-sama suka dan mau hidup sama,� kata Goval. Terpisah, Elvin (suami Heny) yang ditemui kru koran ini ngaku belum ada menceraikan istrinya. �Sejak kenal pria itu (Goval), istri saya jadi lain, memang kami pisah ranjang tapi belum cerai, makanya saya cariin terus mereka. Istri saya dilarikan pria itu,� geramnya. Masih kata ayah anak dua yang sehari � hari jualan jamu itu, sejak kejadian itu, ia sudah bertekat menceraikan istrinya yang telah memilih Goval ketimbang dirinya. �Senang kurang senang apa aku buat dia (Heny-red) selama ini. Kalau memang bercerai kemauannya, dalam waktu dekat ini pasti aku ceraikan dia,� tandas Elvin.

http://bit.ly/13hX7g7

mantap kali memang ah kawan ini.. malaikat aja malas sama dia


[imagetag]

Blog Archive